Rabu, 22/04/2015

Wika Rencana Ekspansi Bangun Perhotelan di Arab Saudi

-jktproperty.com
Share on: 1427 Views
Wika Rencana Ekspansi Bangun Perhotelan di Arab Saudi
Foto: id.hotels.com
EKSPANSI WIKA KE ARAB: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. berencana melakukan ekspansi dengan membangun proyek perhotelan di Arab Saudi, yakni Anjum Hotel.

JAKARTA, jktproperty.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. berencana melakukan ekspansi dengan membangun proyek perhotelan di Arab Saudi, yakni Anjum Hotel. Menurut pihak perusahaan, Wika kini tengah mengurus perizinan dan proses negosiasi untuk proyek-proyek tersebut.

Direktur Operasi Wika Destiawan Soemardjono mengatakan Wika tengah menunggu  proses izin usaha yang diharapkan sudah didapatkan dalam kurun waktu 3-4 bulan dari sekarang. “Kami juga tengah bernegosiasi untuk proyek di sekitar kawasan Masjidil Haram, Mekkah. Sasarannya adalah proyek-proyek hotel, dan diharapkan bisa dimulai pada akhir tahun,” katanya.

Menurut dia, Wika sudah membuka cabang di Saudi Arabia, karena dalam persyaratan untuk mengikuti tender di sana harus bangun kantor cabang. “Sekarang sudah ada persetujuan dari BKPM di sana.”

Dalam membangun Anjum Hotel ini, Wika mengandalkan produk brickcase, dimana  struktur dibuat dalam bentuk seperti lego, supaya pemasangan lebih cepat. Proses desain, diskusi metode kerja, dan lokasi pabrik juga tengah didiskusikan.

Nilai investasi Wika di Arab Saudi ditaksir mencapai US$50 juta atau setara dengan Rp645 miliar untuk tahap awal. “Nilai total 500 juta dollar AS (Rp 6,4 triliun). Mereka mau bangun tujuh tower. Targetnya selesai 3-4 tahun, karena kebutuhan hotel di Mekkah kan tinggi sekali,” kata Destiawan.

Kawasan di sekitar Masjidil Haram sendiri sudah sesak oleh beberapa menara hotel dan apartemen. Hotel Anjum yang akan dikembangkan Wika terdiri dari 1.743 kamar dan suites.

Selain ekspansi ke Arab Saudi, Wika juga menjajaki empat negara lainnya yaitu, Myanmar, Malaysia, Timor Leste, dan Aljazair. Destiawan mengaku, proyek-proyek di kelima negara ini cukup menyita perhatian karena masalah keterjangkauan. Untuk itu, Wika terus mempersiapkan lima tim yang terdiri dari para teknisi, ahli, dan pelaksana dengan kemampuan mumpuni. (EKA)