Jumat, 06/03/2015

Warga Indonesia Akan Jadi Konsumen Properti Mewah Dunia

-jktproperty.com
Share on: 1974 Views
Warga Indonesia Akan Jadi Konsumen Properti Mewah Dunia
Foto: Knight Frank
KAWASAN PERMUKIMAN ELIT DI NEW YORK: Harga rumah mewah di New York memperoleh keuntungan terbesar secara global. Kontribusi nilai properti perumahan mewah terhadap keuangan AS melonjak 18,8% pada Desember 2013 hingga Desember 2014. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan harga rata-rata global sebesar 2%.

NEW YORK, jktproperty.com – Konsultan properti global Knight Frank mengungkapkan konsumen asal Indonesia akan menjadi konsumen properti mewah dunia yang sangat diperhitungkan dalam beberapa tahun ke depan. Selain Indonesia, Knight Frank juga menyebut Meksiko, Nigeria dan Turki sebagai basis konsumen properti mewah yang sangat potensial.

Kepala Riset Asia Pasifik Knight Frank Nicholas Holt mengatakan, tahun ini para pembeli asal Indonesia akan menjadi kekuatan yang jauh lebih serius di Australia dan kawasan Asia-Pasifik. “Selain Indonesia, kami melihat ke depan Meksiko, Nigeria dan Turki akan menjadi konsumen pembeli properti mewah di dunia yang cukup potensial,” katanya seperti dilansir laman CNBC hari ini.

Menurut dia, pertumbuhan properti mewah di Asia cukup terhambat karena kebijakan ekonomi yang ketat. Ini dilakukan demi untuk mendinginkan pasar perumahan yang terperangkap bubble. Akibatnya, pertumbuhan properti di negara-negara Asia melemah. “Hong Kong dan Singapura adalah contoh yang pertumbuhannya terhambat. Kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk membatasi kenaikan harga, dilakukan melalui pajak yang lebih tinggi dan intervensi pasar properti,” tuturnya.

Dia mengatakan Beijing dan Guangzhou yang sebelumnya berada di jajaran 10 besar, kini merosot ke tengah dari 100 jajaran pasar the Prime International Residential Index di dunia. Sementara itu Singapura jatuh ke dasar daftar tersebut.

Sementara itu pasar properti mewah di New York, tengah berada dalam performa puncaknya pada 2014 lalu. Harga rumah mewah di New York memperoleh keuntungan terbesar secara global. Kontribusi nilai properti perumahan mewah terhadap keuangan AS melonjak 18,8% pada Desember 2013 hingga Desember 2014. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan harga rata-rata global sebesar 2%. “Tahun lalu New York menunjukkan lagi daya tariknya kepada masyarakat investasi secara internasional,” demikian Alistair Elliott, direktur senior di Knight Frank, .

Kota di Amerika Serikat mendominasi peringkat teratas dalam the Prime International Residential Index dengan empat kota mereka masuk dalam jajaran 10 besar kota yang memiliki properti mewah. Sebaliknya, Asia yang memiliki empat pasar dalam jajaran 10 besar pada tahun sebelumnya, untuk tahun ini hanya menempatkan satu kota saja. New York, kemudian diikuti oleh Aspen, Bali, Istanbul dan Abu Dhabi, antara 14,7-16%. San Francisco, Dublin, Cape Town, Muscat dan Los Angeles melengkapi posisi 10, dengan pertumbuhan 13,2%-14,3%. (PIT)

tabel_expensive