Kamis, 16/10/2014

Urusan Rusun, Perumnas Minta Koordinasi Lintas Sektoral Dibenahi

-jktproperty.com
Share on: 431 Views
Urusan Rusun, Perumnas Minta Koordinasi Lintas Sektoral Dibenahi
Foto: Istimewa
RUSUN PERUMNAS: Perumnas mencanangkan membangun 200 rusun yang tersebar di beberapa kota. Saat ini kami sudah membangun 30 tower yang tersebar di Cengkareng, Kemayoran, dan tempat-tempat lain. Dalam waktu dekat Perumnas juga akan membangun lagi 55 tower rusun baru.

JAKARTA, jktproperty.com – Perumnas┬ámenegaskan siap meneruskan program pembangunan 1.000 tower rumah susun (rusun) yang pernah digagas Jusuf Kalla sewaktu menjabat sebagai wakil presiden periode 2004-2009 pada periode pertama pemerintahan Presiden SBY. Namun, BUMN perumahan itu meminta koordinasi lintas sektoral dibenahi.

“Selama ini koordinasi lintas sektoral selalu menjadi momok di pemerintahan. Kami mengharapkan itu bisa dibenahi pada pemerintahan yang baru,” ujar┬áDirektur Utama Perumnas Himawan Arief Sugoto pada acara Rakornas Perumnas di Jakarta.

Menurut dia, dibenahinya koordinasi lintas sektoral merupakan langkah kongkret menjadi satu kemutlakan hal penyediaan hunian di perkotaan.

Mengenai pembangunan program 1.000 tower rusun, Himawan mengatakan Perumnas mencanangkan membangun 200 rusun yang tersebar di beberapa kota. “Saat ini kami sudah membangun 30 tower yang tersebar di Cengkareng, Kemayoran, dan tempat-tempat lain. Dalam waktu dekat kami akan membangun lagi 55 tower,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan untuk merealisasikan program pemerintah tersebut dia minta kepada semua instansi terkait untuk mendukungnya. “Perumnas nggak mungkin menyelesaikan sendiri, mengingat pembangunan hunian di perkotaan khususnya hunian vertikal masalahnya cukup kompleks,” katanya.

Dalam hal pengelolaan rusun, sebelumnya Perumnas sempat diberitakan mengalami kerugian. Perumnas harus menanggung Rp15 miliar setiap tahun untuk mensubsidi penyewa. Angka ini kemungkinan akan terus bertambah akibat biaya perawatan dan biaya operasional rusunawa, sementara tarif sewa yang ditetapkan masih rendah. Untuk menutupi kerugian pengelolaan tersebut, Perumnas mempertimbangkan akan menaikkan tarif sewa rusun. (EKA)