Rabu, 05/12/2012

Tren Properti Beralih ke ‘Back to Nature’ dan ‘Back to Family’

-jktproperty.com
Share on: 472 Views
Tren Properti Beralih ke ‘Back to Nature’ dan ‘Back to Family’

JAKARTA: Pengembang Vimala Hills Villa & Resort mengungkapkan tren orang membeli properti sekarang ini mulai bergeser ke back to nature dan back to family. Hal itu terbukti dengan tingginya animo masyarakat membeli vila di pinggiran Jakarta dengan alasan bukan semata investasi melainkan untuk dihuni. Zaldy Wihardja, General Manager Marketing PT Putra Adhi Prima, pengembang Vimala Hills Villa & Resort, mengatakan sebagian orang Jakarta mungkin sudah bosan dengan hiruk-pikuk dan polusi kota Jakarta dan memilih tinggal di pemukiman yang konsepnya back to nature dan back to family seperti Vimala Hills yang tengah dikembangkan anak perusahaan Grup Agung Podomoro Land ini di kawasan Gadog, Bogor, Jawa Barat.

“Respon pasar terhadap Vimala Hills sangat bagus. Dari kluster vila yang telah kami pasarkan sebagian besar mampu diserap pasar. Artinya, tren orang membeli properti memang bergeser ke properti yang back to nature dan back to family,” ujarnya saat peluncuran kluster Krakatau, kluster ke-6 yang ada di Vimala Hills Villa & Resort di Jakarta.

Zaldy mengatakan dari 43 unit vila di kluster terbaru ini 13 unit di antaranya sudah dipesan konsumen. Vila tersebut terdiri dari tipe 1 kamar hingga 4 kamar dengan kisaran harga  Rp1,8 miliar-Rp2,1 miliar. Kluster sebelumnya yang telah dipasarkan adalah Bromo, Pangrango, Semeru, Argopuro, dan Rinjani.”Dari seluruh kluster yang kami pasarkan, 85% sudah terjual.

Dia mengatakan pengembangkan resor ini mencakup tiga fase. Fase pertama pengembang akan membangun 300 unit vila yang akan mulai dibangun awal tahun depan. Pada fase kedua, yakni 2014 akan dibangun hotel bintang 5, Pullman. Sedangkan pada fase ketiga pengembang akan membangun 380 unit vila. “Seluruh proyek akan selesai 2017,” tutur Zaldy.

Investasi pembangunan proyek resor pertama Grup Agung Podomoro Land ini ditaksir mencapai Rp1,8 triliun. Sejak Juni 2012 hingga kini sudah dijual 308 unit vila dari 680 unit vila yang ditawarkan terjual.Hingga akhir tahun ini pengembang optimistis mampu mengantongi Rp500 miliar dari hasil penjualan vila tahap pertama. (GIE)