Rabu, 21/08/2013

Tren Penambahan Pasok Ruang Kantor Akan Terus Berlanjut

-jktproperty.com
Share on: 426 Views
Tren Penambahan Pasok Ruang Kantor Akan Terus Berlanjut

JAKARTA, jktproperty.com – Pasokan ruang perkantoran di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) diketahui terus mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya permintaan perkantoran di kawasan ini. Survei Properti komersial Bank Indonesia yang dirilis pertengahan Agustus ini mengungkapkan pasokan perkantoran sewa mengalami kenaikan 1,53% (qtq). Sementara pasok perkantoran jual mengalami peningkatan 7,76% (qtq). Peningkatan pasokan itu diikuti dengan kenaikan permintaan dengan laju yang lebih tinggi khususnya di apartemen jual. Hal ini tercermin dari naiknya harga penjualan ruang perkantoran sebesar 4,90% (qtq).

Pada perkantoran sewa di Jakarta, pasokan perkantoran sewa secara total mencapai 6,9 juta m2 atau meningkat 1,53% dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan pasokan bersumber dari diselesaikannya beberapa proyek baik di kawasan Central Business District(CBD) maupun non-CBD.

Tren peningkatan pasokan diperkirakan terus berlanjut sejala dengan beberapa proyek gedung perkantoran yang saat ini memasuki phase peletakan elemen bangunan terakhir pada konstruksi bangunan (topping off) dan peletakan batu pertama (ground breaking). Hingga tahun 2016, penambanan pasokan ruang kantor sewa diperkirakan mencapai sebesar 1,5 juta m2. Penambahan pasokan terutama terjadi di wilayan non-CBD, khususnya kawasan TB Simatupang. Konsep pengembangan perkantoran sewa umumnya berada di satu komplek dengan sektor properti lainnya seperti apartemen dan hotel (mixed use).

Sejalan dengan penambahan pasokan yang berasal dari mulai dipasarkannya beberapa proyek baru, tingkat hunian turun sebesar 0,34% dari triwulan sebelumnya meniadi 98,39%. Berdasarkan bidang usahanya, transaksi penyewaan ruang kantor pada periode triwutan ll-2013 terutama dilakukan oieh perusahaan yang bergerak dalam bisnis asuransi, tekstil, aset manajemen, trading, finance, mining ,oil dan konsultan.

Di sisi lain, masih terbatasnya pasokan ruang perkantoran sewa menyebabkan tarif sewa meniadi terlalu mahal. Secara triwulanan, tarif sewa meningkat 3,37% meniadt Rp198.706/m2/bulan (Grafik 1). Kenaikan tarif sewa terjadi baik untuk perkantoran sewa di kawasan CBD (3,64% qtq) maupun non CBD (3,17% qtq). Peningkatan biaya sewa juga didorong oleh kenaikan tarif listrik yang juga memberikan tekanan terhadap kenaikan service charge, terutama untuk gedung perkantoran di kawasan CBD. (LEO)