Kamis, 22/01/2015

Transaksi Properti Komersial Asia Pasifik Lampaui Rp1.700 Triliun

-jktproperty.com
Share on: Facebook 630 Views
Transaksi Properti Komersial Asia Pasifik Lampaui Rp1.700 Triliun
Foto: highlife.ba.com
TRANSAKSI PROPERTI ASIA PASIFIK: Konsultan properti JLL Asia Pasifik memperkirakan tahun ini transaksi properti komersial di kawasan Asia Pasifik akan menembus angka US$140 miliar atau sekira Rp1.737 triliun atau meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai US$131 miliar atau Rp1.625 triliun. Investor mengincar kota-kota di Korea Selatan, India dan Thailand.

JAKARTA, jktproperty.com – Konsultan properti JLL Asia Pasifik memperkirakan tahun ini transaksi properti komersial di kawasan Asia Pasifik akan menembus angka US$140 miliar atau sekira Rp1.737 triliun atau meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai US$131 miliar atau Rp1.625 triliun.

Megan Waters, Head of Research Capital Markets JLL Asia Pacific mengatakan telah berakhirnya quantitative easing (QE) di Amerika Serikat dan harapan bahwa suku bunga akan naik mendorong aktifnya akuisisi aset. Ekuitas swasta atau private equity hampir pasti akan menjadi pembeli dan penjual aktif di wilayah tersebut pada 2015.

“Dalam transaksi pasar properti komersial, private equity terus mengalami lonjakan. Pada periode 2006-2007 saja ada lonjakan US$10 miliar atau sebesar Rp124 triliun. Pasar yang dominan masih ada di Jepang, Tiongkok, Korea Selatan dan Selandia Baru,” katanya.

Dia mengatakan investor menjadi lebih fleksibel dalam memilih tujuan investasi. JLL sendiri melihat adanya kecenderungan investor baru beralih ke pasar Korea Selatan, India, Thailand dan negara berkembang lainnya. Sementara Singapura dan Hong Kong terus tertinggal di antara sesama negara Asia Pasifik. “Tapi mereka [Singapura dan Hong Kong] terus melakukan pemulihan terhadap pasar properti komersialnya.”

Sementara untuk pasar Indonesia seperti hanya juga diprediksi beberapa konsultan properti lainnya, JLL melihat bahwa untuk subsektor perkantoran dan ritel volume transaksinya selama 2015 berada pada level yang rendah, sedangkan peningkatan transaksi akan terjadi pada kawasan industri. (PIT)