Selasa, 19/02/2013

Tingkat Penjualan dan Harga Jual Ritel Naik Tipis

-jktproperty.com
Share on: 427 Views
Tingkat Penjualan dan Harga Jual Ritel Naik Tipis

JAKARTA, jktproperty.com – Transaksi penjualan ruang ritel di Jakarta mendorong kenaikan tingkat penjualan ruang ritel di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) menjadi 85,22% selama triwulan IV-2012. Harga jual pun mengalami kenaikan. Namun berdasarkan survei properti komersial Bank Indonesia, kenaikan tingkat penjualan dan harga tersebut sangat tipis dibandingkan triwulan III-2012.

Dengan tingkat penjualan berada di level 85,22%, dimana sebagian besar atau 70% transaksi penjualan dilakukan end user dan bukan broker atau spekulan, tingkat penjualan ruang ritel selama triwulan akhir 2012 tercatat hanya meningkat 1,04%. Sedangkan kenaikan harga (qtq) hanya berada di level 1,39% atau menjadi Rp46,76 juta/m2.

Mulai beroperasinya Cikini Gold Centre seluas 21.213 m2t elah mendorong kenaikan jumlah pasokan ritel jual pada triwulan IV-2012 sebesar 1,23% (qtq) atau menjadi 1.742.795m2. Sebagian besar (72,23%) tambahan pasokan tersebut berlokasi di Jakarta, sedangkan sisanya di wilayah Bogor, Depok dan Bekasi. Sementara tahun ini, jumlah pasokandiperkirakan meningkat 115.400 m2 yang berasal dari empat proyek ritel di wilayah Bekasi dan Bogor.

Di kawasan Tangerang, selesainya pembangunan Mall Bale Kota dan Mall @Alam Sutera mendorong peningkatan jumlah pasokan sebesar 107.515 m2 atau meningkat 23,88% (qtq dan yoy). Dengan penambahan ini, jumlah pasokan kumulatif menjadi sebesar 557.690 m2. Penambahan pasokan diikuti pula dengan kenaikan tingkat hunian dari 86,99% menjadi 89,54% dan tarif sewa menjadi Rp434.871/m2/bulan. Kenaikan tarif sewa tersebut lebih disebabkan oleh tindakan antisipasi karena kenaikan tarif listrik dan peningkatan upah.

Masih cukup banyaknya jumlah pasokan yang belum terjual menyebabkan jumlah pasokan ritel jual di Provinsi Banten relatif stagnan, yaitu seluas 585.670 m2. Kenaikan terjadi pada harga jualdan tingkat penjualanmasing-masing sebesar 1,87% dan 4,2% (qtq) menjadi 83,01% dan Rp41,6 juta/m2.

Isu masih diperpanjangnya moratorium pembangunan mall di Jakarta memberikan keuntungan tersendiri bagi daerah pendukung sekitar Jakarta, termasuk Banten. Selain itu, peningkatan jumlah populasi dan konsumsi masyarakat juga akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan ritel di Banten. (PIT)