Senin, 23/02/2015

Tarif Sewa Properti Komersial di Jabodebek Terus Naik

-jktproperty.com
Share on: 643 Views
Tarif Sewa Properti Komersial di Jabodebek Terus Naik
Foto: Ist.
TARIF SEWA NAIK: Berdasarkan Survei Properti Komersial Bank Indonesia yang dipublikasika belum lama ini, pada kuartal IV-2014 terjadi keaikan tarif sewa apartemen dan ruang perkantoran masing-msing 7,65% (qtq) dan 3,64% (qtq).

JAKARTA, jktpropety.com – Turunnya tingkat hunian properti komersial tidak menyurutkan pengelola apartemen sewa dan perkantoran sewa di Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) untuk menaikkan tarif sewa propertinya.

Berdasarkan Survei Properti Komersial Bank Indonesia yang dipublikasika belum lama ini, pada kuartal IV-2014 terjadi keaikan tarif sewa apartemen dan ruang perkantoran masing-msing 7,65% (qtq) dan 3,64% (qtq).

“Kenaikan tarif sewa terjadi pada apartemen dan ruang perkantoran di CBD Jakarta sebagai dampak depresiasi nilai rupiah terhadap US dolar. Kenaian tarif sewa apartemen dan perkantoran juga terjadi di wilayah Bandung sebesar 9,57% (qtq) dan 1,86% (qtq),” demikian diungkapkan BI.

Bank Indonesia mengungkapkan selama kuartal akhir 2014 lalu pasokan ruang perkantoran dan aparteen di Jabodebek tetap masing-masing sebesar 6,92 juta m2 dan 12.030 unit. Stagnasi pasokan, demikian BI, diseabkan keterlambatan penyelesaian beberapa proye karena kendala teknis dan cuaca.

Sementara itu pasokan ritel sewa dan otel mengalami peningkatan msing-masing sebsar 0,67% (qtq) dan 1,54% (qtq) atau secara tahunan tumbuh masing-masing 0,67% (yoy) dan 3,46% (yoy).

Tingkat Hunian Turun

Adapun tingkat hunian seluruh properti komersial di wilayah Jabodebek mengalami penurunan. Penurunan tetrtingi erjadi pada ruang perkantoran sebesar -0,19% (qtq) atau -0,18% (yoy).

Penurunan tingkat hunian juga terjadi pada segmen apartemen sebesar -0,13% (qtq) atau tumbuh melambat sebesar 1,70% (yoy). Penurunan okupansi terjadi karena preferensi tenant yang lebih memilih non-service apartment.

“Sementara di Makassar justru tingkat hunian properti komersial mencatat peningkatan, terutama segmen ritel sewa, yakni sebsar 2,00% (qtq). (GUN)