Selasa, 16/04/2013

Tarif Service Charge Mal di Jakarta Merangkak Naik

-jktproperty.com
Share on: 703 Views
Tarif Service Charge Mal di Jakarta Merangkak Naik

JAKARTA, jktproperty.com – Tarif service charge ruang ritel sewa di pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta diketahui telah mengalami kenaikan yang dipicu oleh adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Dampaknya, menurut konsultan properti Cushman & Wakefield Indonesia, harga produk barang serta makanan yang dijajakan di mal akan merangkak naik.

Soany Gunawan, Senior Manager Research and Advisory Cushman & Wikefield Indonesia, mengatakan terjadi kenaikan tarif service charge hampir 10% pada ruang ritel sewa di pusat perbelanjaan di Jakarta sebagai akibat dari kebijakan pemerintah menaikkan TDL per 1 Januari 2013. “Kenaikan service charge ini tentu bisa memicu kenaikan harga barang atau juga makanan yang dijual di mal-mal,” katanya saat menjelaskan Market Update Jakarta Retail Snapshot kuartal I-2013.

Menurut Chusman & Wakefield tarif service charge ruang ritel hingga kuartal-1 2013 sebesar Rp107.300/m2 per bulan atau naik 10% dari kuartal lalu (kuartal-4 2012) sebesar Rp96.570/m2 per bulan. Namun, katanya, kenaikan TDL itu tak berdampak pada harga sewa dasar ruang ritel yang pada kuartal-1 2013 memperlihatkan grafik relatif stabil.

Hingga akhir Maret 2013, demikian Cushman & Wakefield, harga sewa dasar ruang ritel di Jakarta rata-rata Rp619.700 /m2 per bulan. Harga sewa ruang ritel lantai dasar di lokasi primer seperti di kawasan Kota, Pasar Baru, Blok M, dan central business district (CBD) sepanjang koridor Jl. Sudirman – Jl. Thamrin dan Jl. HR Rasuna Said mencapai Rp838.500 /m2 per bulan. Sedangkan di lokasi sekunder rata-rata Rp525.900/m2 per bulan.

Dalam beberapa bulan ke depan pemilik pusat perbelanjaan di Jakarta diprediksi akan terus menyesuaikan tarif service charge atau konsensi tingkat nilai tukar uang untuk mengantisipasi kenaikan biaya operasional akibat kenaikan TDL. (LEO)