Kamis, 27/10/2016

Tapera Tak Perlu Diperdebatkan, Tapi Harus Terus Disempurnakan

-jktproperty.com
Share on: 7427 Views
Tapera Tak Perlu Diperdebatkan, Tapi Harus Terus Disempurnakan
Ilustrasi
TAPERA: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono mengatakan tabungan perumahan rakyat (Tapera) merupakan inovasi pembiayaan perumahan yang masih bisa terus disempurnakan. Kini, setelah UU Tapera disahkan DPR, maka tinggal menunggu ditandatangani presiden. Perdebatan mengenai Tapera hingga kini harus digiring pada penyempurnaan.

JAKARTA, jktproperty.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono mengatakan tabungan perumahan rakyat (Tapera) merupakan inovasi pembiayaan perumahan yang masih bisa terus disempurnakan. Kini, setelah UU Tapera disahkan DPR, maka tinggal menunggu ditandatangani presiden. Perdebatan mengenai Tapera hingga kini harus digiring pada penyempurnaan.

“Tapera dilaksanakan sekitar 2018 setelah ditandatangani presiden. Selain itu pembentukan Komite Tapera juga sudah diajukan ke presiden. Sebagai lembaga yang baru terbentuk memang masih ada perbedaan mengenai skema pendanaan dan besaran iuran yang nanti akan diatur dalam PP,” katanya pada diskusi UU Tapera: Solusi dan Langkah Nyata, di Jakarta, Kamis (27/10).

Dia mengatakan Tapera adalah inovasi baru untuk pembiayaan perumahan. “Kalau masih belum sepakat kita sempurnakan sambil jalan. Jangan berkutat di perbedaan tapi bagaimana mencapai kesamaan untuk kebaikan bersama,” katanya.

Tapera, lanjut Basuki, merupakan langkah nyata pemerintah untuk mencari inovasi di bidang pembiayaan perumahan. Sebelumnya dan yang saat ini sudah berjalan, inovasi pemerintaah di bidang pembiayaan perumahan sudah banyak dilakukan seperti program FLPP, bantuan uang muka, pembebasan PPN, bantuan prasarana sarana utilitas (PSU), dan sebagainya.

Tapera sendiri saat ini masih menjadi kontroversi khususnya untuk kalangan perusahaan (pemberi kerja) karena keberatan dengan iuran sebesar 2,5 persen dari penghasilan karyawan. Karena itu dengan waktu yang masih tersisa sebelum diterbitkan PP Tapera, Basuki berharap bisa keluar satu kesepakatan yang akan segera membuat Tapera ini operasional.

“Jadi inovasi terus kita lakukan, program sejuta rumah tahun lalu bisa tercapai 650 ribu unit, pemerintah juga pro aktif memangkas perizinan dan menyediakan dana yang terus membesar untuk pembiayaan perumahan. Tapera ini salah satu inovasi dan ditunggu masyarakat untuk mendapatkan kemudahan akses ke perumahannya,” ujar Basuki. (PIT)