Kamis, 13/12/2012

Tanah Mahal dan Terbatas Picu Meroketnya Harga Kondominium di Jakarta

-jktproperty.com
Share on: Facebook 409 Views
Tanah Mahal dan Terbatas Picu Meroketnya Harga Kondominium di Jakarta

JAKARTA: Tren harga kondominium di Jakarta terutama yang berada di kawasan ‘segitiga emas’ dipastikan akan terus mengalami kenaikan seiring dengan terus terkereknya harga tanah di kawasan ini. Sementara terbatasnya lahan kosong di Jakarta, utamanya di central business district, membuat pengembang melirik daerah-daerah pinggiran untuk ekspansi pembangunan kondominiumnya.

Head of Research Cushman & Wakefield Arief Rahardjo dalam pemaparan Jakarta Property Market Review 2012 & Forecast 2013 mengatakan tren harga kondominium di Jakarta memang akan terus naik sebagai konsekuensi logis dari tingginya harga tanah di ibukota.

“Untuk kawasan CBD, harganya sudah Rp24,8 juta per m2 atau ada kenaikan 3,2% dibandingkan kuartal sebelumnya. Sedangkan kondominium di kawasan sekunder rata-rata harga Rp23,5 juta per m2 atau naik 3,2% dibandingkan harga rata-rata kuartal sebelumnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Arief mengatakan terbatasnya lahan di DKI Jakarta juga telah mendorong pengembang membangun hunian vertikal ini ke daerah-daerah pinggiran, seperti Serpong, Bekasi, Sentul, atau Depok. “Kami kira demand kondominium di pinggiran Jakarta ini cukup tinggi dan akan terus mengalami kenaikan tahun depan. Pembelinya berimbang antara end user dan investor,” kata Arief.

Cushman & Wakefield Indonesia juga mencatat ada 164 proyek kondominium baru yang akan masuk pasar dalam beberapa tahun mendatang yang terdiri dari 47,9% kondiminium kelas menengah (38.141 unit), 28,3% kelas menengah-bawah, dan 11,9% masing-masing untuk kondominium kelas menengah hingga kelas atas. Sedangkan dari penyebarannya sebagian besar kondominium yang akan dibangun (69,2%) berada di wilayah sekunder, yakni sebanyak 73.231 unit. Sementara di kawasan CBD sebanyak 22,3% dan kawasan primer sebanyak 8,5%.

Arief menambahkan, Tangerang sebagai daerah penyangga ibukota mendominasi sebaran kondominium dibandingkan daerah peyangga lainnya. (GUN)