Selasa, 10/04/2012

Tak Semua Kondominium di Jakarta Nikmati Kenaikan Harga

-jktproperty.com
Share on: 431 Views
Tak Semua Kondominium di Jakarta Nikmati Kenaikan Harga

JAKARTA: Perusahaan konsultan properti Colliers International Indonesia mengungkapkan selama kuartal I-2012 terjadi kenaikan harga kondominium yang cukup signifikan di kawasan Jakarta Selatan. Kenaikan harga itu mengungguli kenaikan harga kondominium di kawasan central business district (CBD) Jakarta.

Sementara berdasarkan pengamatan jktproperty.com di pasar sekunder kondominium, tak semua kondominium di Jakarta Selatan menikmati kenaikan harga, justru malah ada harga kondominium yang mengalami penurunan.

Ferry Salanto, Associate Director Research Colliers International Indonesia mengatakan, kenaikan harga kondominium di CBD selama kuartal I-2012 hanya berada di level 2,3%. “Sedangkan kenaikan harga kondominium di kawasan Jakarta Selatan rata-rata mencapai 12,8%,” ujarnya.

Dia mengatakan saat ini kondominium di kawasan CBD mematok harga di kisaran Rp18.531.415 per m2 atau naik 2,3% dibanding tahun sebelumnya Rp18.114.415/m2. Sementara di kawasan Jakarta Selatan saat ini harga berada di kisaran Rp14.485.165 per m2 atau naik 12,8% dari tahun sebelumnya sebesar Rp12.884.135 per m2.

Tak Semua Naik

Namun berdasarkan pengamatan jktproperty.com, tak semua kondominium di Jakarta Selatan menikmati kenaikan harga, terutama di secondary market. Apartemen Casablanca misalnya yang pada 1998 harganya Rp13 juta per m2, sekarang ini malah dilepas di secondary market di kisaran harga Rp12 juta per m2.

Kemudian Setiabudi Residence yang enam tahun lalu dipasarkan dengan harga Rp10 juta per m2, sekarang ini harganya tidak naik alias masih di Rp10 juta per m2. Kasus yang lebih parah malah terjadi di Apartemen Ambasador yang sudah eksis sejak 10 tahun lalu. Harga apartemen ini sejak dipasarkan sepuluh tahun lalu hingga sekarang juga masih berada di angka Rp10 juta per m2.

Tidak naiknya harga kondominium atau justru malah anjlok harganya, kemungkinan besar disebabkan karena building management-nya yang tidak apik dalam mengurus kondominium tersebut, sehingga terkesan kusam dan benar-benar tak terurus.

Agaknya, dari kacamata kepentingan investasi, building management kondominium menjadi kata kunci yang perlu benar-benar diperhatikan investor. Sebab, bila kondominium tersebut terawat dan di-manage dengan baik, harga atau nilainya tentu akan merangkak naik.

Pasok Baru

Data Colliers International Indonesia menunjukan ada beberapa proyek kondominium di Jakarta yang telah rampung triwulan pertama tahun ini a.l. East Park Apartment di KRT Radjiman, Green Palace Apartment di Kalibata, Central Park Apartment di S. Parman, Puri Park View di Pesanggrahan dan Thamrin Executive Residence yang merupakan satu-satunya apartemen di kawasan CBD yang selesai di triwulan I tahun ini.

Lebih lanjut Ferry mengatakan pasok baru kondominium pada 2012 mencapai sebanyak 26.098 unit, sedangkan tahun depan pasok baru mencapai 14.788 unit. Beberapa kondominium yang akan mulai beroperasi pada 2013-2014 mayoritas berlokasi di Jl. MT Haryono, seperti The H Residence, Signature Park Grande dan Green Signature. Sementara di luar kawasan itu The Hive Tamansari di Jl DI Panjaitan juga dijadwalkan akan rampung pembangunannya.

“Selama periode 2012-2015 akan ada total pasok sebesar 53.519 unit atau terjadi kenaikan lebih dari 50% dibandingkan total suplai kondominium yang ada saat ini,” ujarnya. (DHP/JR)