Jumat, 04/08/2017

Suplai Melimpah, Banyak Ruang Kantor di Jakarta Melompong

-jktproperty.com
Share on: 3661 Views
Suplai Melimpah, Banyak Ruang Kantor di Jakarta Melompong
Foto: Ilustrasi
TINGKAT KEKOSONGAN PERKANTORAN: Konsultan properti Savills Indonesia mengungkapkan tingkat kekosongan ruang perkantoran di kawasan Central Business District (CBD) mencapai 18,4% dan non-CBD sebesar 22,7%. Tingginya tingkat kekosongan terhadap sektor perkantoran di daerah Jakarta karena suplai yang melimpah, sementara daya absorbsi pasar melemah.

JAKARTA, jktproperty.com – Konsultan properti Savills Indonesia mengungkapkan tingkat kekosongan ruang perkantoran di kawasan Central Business District (CBD) mencapai 18,4% dan non-CBD sebesar 22,7%. Tingginya tingkat kekosongan terhadap sektor perkantoran di daerah Jakarta karena suplai yang melimpah, sementara daya absorbsi pasar melemah.

Director Head of Research and Consultants Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan semakin meningkatnya angka kekosongan kantor di Jakarta bisa berdampak baik. Khususnya kepada perusahaan yang mencoba mencari kantor. Pasalnya jika angka vacancy perkantoran di daerah Jakarta naik, kesempatan untuk mendapatkan ruang kantor akan semakin mudah. Di sisi lain juga, angka penawaran harga juga akan bisa semakin menurun.

“Artinya kemungkinan untuk mendapatkan ruang kantor gampang dan bargain (kesempatan menawar) untuk sewa juga makin tinggi,” ujarnya dalam acara media briefing Savills Indonesia di Panin Tower, Jakarta, belum lama ini.

Dia mengatakan angka kekosongan kantor di Jakarta diprediksi akan terus meningkat hingga 2020. Di mana peningkatannya diprediksi mencapai 25% untuk kawasan CBD (2020) dan 30% untuk kawasan non-CBD (2018). “Vacancy ruang perkantoran di Jakarta akan terus naik hingga 25% sampai 2020. Di tahun 2018 kita juga masih perkirakan vacancy (tingkat kekosongan) di daerah CBD akan terus meningkat. Sampai 2020 memang vacancy makin tinggi. Tingkat kekosongan di daerah non-CBD di 2018 hampir 30%,” kata Anton.

Dari catatan konsultan properti Savills Indonesia, angka kekosongan di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta naik dari 15,7% menjadi 18,4% pada semester pertama tahun ini. Anton menambahkan, gedung perkantoran yang paling tinggi tingkat kekosongannya adalah gedung dengan jenis grade A sebesar 27%. Diikuti oleh gedung perkantoran grade C yaitu sebesar 13,6% dan grade B sebesar 11,7%.

Sementara tingkat kekosongan gedung perkantoran grade premium mengalami sedikit penurunan dari 17% ke 16,6%. Hal tersebut didukung oleh adanya kenaikan serapan pada semester I-2017. “Wilayah tersebut mencakup Jalan Sudirman, Thamrin, Mega Kuningan, dan Jendral Gatot Subroto,” ujarnya.

Sedangkan di area non-CBD, daerah dengan tingkat kekosongan tertinggi berlokasi di Jakarta Utara dengan sebesar 32,8%. Kemudian disusul oleh Jakarta Selatan sebesar 22,41%. Lalu Jakarta Pusat dengan 21,6% dan Jakarta Barat 20,8%. Sementara untuk daerah Jakarta Timur tidak terlalu mengalami perubahan dengan 8,7%. Sedangkan Jakarta Timur tidak mengalami perubahan signifikan dan yang paling kecil karena memang suplai di kawasan ini tidak sebanyak kawasan lainnya. (PIT)