Rabu, 25/03/2015

Summarecon Akan Lengkapi Perizinan Kota Summarecon Bandung

-jktproperty.com
Share on: 1451 Views
Summarecon Akan Lengkapi Perizinan Kota Summarecon Bandung
Foto: Ilustrasi
SUMMARECON BANDUNG: PT Summarecon Agung Tbk diminta segera menyelesaikan perizinan pembanganunan kota baru Summarecon Bandung di kawasan Gede Bage, Bandung.

JAKARTA, jktproperty.com -PT Summarecon Agung Tbk. selaku pengembang kota baru Summarecon Bandung mengungkapkan akan melengkapi dan memenuhi semua perizinan terkait rencana pembangunan kota baru di kawsan Gede Bage, Bandung itu.

General Manager Komunikasi Perusahaan PT Summarecon Agung Tbk. Cut Meutia mengatakan Summarecon tidak menyangka akan mendapat penolakan keras dari warga Bandung terkait pembangunan kota baru tersebut. “Kami akan segera berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait agar proses perizinan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang mereka harapkan,” katanya.

Sebelumnya Wali Kota Bandung Ridwal Kamil menyatakan telah memberi surat peringatan kepada Summarecon Agung yang belum mengantongi sejumlah dokumen perizinan. Pemerintah Kota Bandung sudah melayangkan surat peringatan pertama dan kedua.

Summarecon tak dapat menunjukkan perizinan saat DPRD Kota Bandung melakukan inspeksi mendadak ke proyek pembangunan. Proyek perumahan ini akan berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 300 hektar, dengan jumlah rumah yang akan dibangun sekitar 3.000 rumah. Beberapa izin yang tak dimiliki Summarecon antara lain Izin Mendirikan Bangunan, Izin pemotongan pohon, izin reklame, dan izin pengurugan tanah. Jika masih belum melengkapi dokumen perizinan, kata dia, Pemkot Bandung akan melayangkan surat peringatan ketiga sekaligus penyegelan perumahan kelas elit yang dibanderol Rp1,5 miliar-Rp4 miliar per unit.

Di dalam surat peringatan pertama dan kedua, Summarecon diminta menghentikan proyek pembangunan, termasuk pembangunan rumah contoh (show unit) dan segera menyelesaikan proses perizinan. Dalam peringatan kedua, Summarecon diberi waktu selama sepekan untuk menghentikan proyek resebut. Jika Summarecon masih juga membangun, maka Pemkot Bandung akan menerbitkan surat ketiga dan segera melakukan penyegelan.

Lebh lanjut Ridwan menjelaskan, sudah mengundang Summarecon untuk bertemu di Balai Kota Bandung. Dalam pertemuan itu, Summarecon mengklarifikasi bahwa pembangunan yang dilakukannya saat ini hanya bersifat sementara. “Mereka hanya membangun rumah contoh dan asumsi mereka yang namanya rumah contoh itu tidak perlu pakai IMB,” kata Wali Kota Bandung yang akrab disapa Kang Emil ini. (LEO)