Rabu, 02/05/2012

Sulit Cari Rumah Murah yang Bisa Dibiayai FLPP

-jktproperty.com
Share on: 586 Views
Sulit Cari Rumah Murah yang Bisa Dibiayai FLPP

JAKARTA: PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk mengaku kesulitan mencari rumah murah yang dapat dibiayai dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR subsidi rumah murah. Harga rumah tipe 36 yang dilepas pengembang saat ini rata-rata sudah di atas Rp70 juta atau melewati batas harga rumah yang bisa didanai dengan FLPP.

Direktur Consumer dan Operational BTN Irman Alvian Zahiruddin mengatakan realisasi kredit perumahan murah BTN melalui program FLPP hingga triwulan I-2012 baru 2.500 unit dengan nilai Rp140 miliar dari target tahun ini sebanyak 16.000 unit rumah.

“Harga rumah tipe 36 saat ini rata-rata sudah di atas Rp70 juta per unit, jadi tidak bisa masuk dalam kategori rumah yang bisa dibiayai FLPP,” katanya di Jakarta hari ini.

Meski demikian, kata Irman, BTN tetap berkomitmen untuk menyalurkan KPR FLPP untuk masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia “BTN sudah commit dengan 16.000 rumah dengan nilai Rp1 triliun, bunganya 7,25%, itu yang mau kita kejar,” tuturnya.

Sementara itu di tempat yang sama kemarin, Direktur Utama BTN Iqbal Latanro menjelaskan mengenai rencana penerbitan obligasi BTN. Melalui penjamin pelaksana emisinya, yaitu Danareksa Sekuritas, Indo Premier Securities dan CIMB Securities Indonesia, BTN akan menerbitkan obligasi perseroan sebesar Rp2 Triliun dengan bunga 7,25%-8%. Ini merupakan tindak lanjut dari business plan perusahaan tahun 2012.

Obligasi yang ditawarkan dengan tingkat bunga tetap ini telah mendapatkan peringkat dari 2 (dua) Lembaga Pemeringkat, yakni Fitch Ratings Indonesia dan Pefindo dengan hasil pemeringkatan AA(idn) dari Fitch dan idAA dari Pefindo untuk Obligasi yang akan diterbitkan Bank BTN tersebut.

“Seluruh dana hasil penjualan obligasi ini akan dimanfaatkan sebagai sumber pembiayaan perumahan yang menjadi core business Bank BTN,” kata Iqbal.

Obligasi yang diterbitkan BTN ini merupakan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I 2012. BTN memiliki track record yang sangat baik di pasar modal. Ini terbukti dengan keberhasilannya dalam menerbitkan obligasi senior sejak tahun 1989 dan tidak pernah mengalami gagal bayar. Adapun total obligasi yang telah diterbitkan BTN mencapai Rp9,3 Triliun. Obligasi BTN yang masih outstanding adalah sekitar Rp5,45 Triliun. Dengan obligasi yang diterbitkan perseroan tahun ini, maka total obligasi yang telah diterbitkan BTN sebesar Rp11,3 Triliun.

Obligasi yang akan diterbitkan Bank BTN ini akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Jangka waktu obligasi tersebut adalah 10 tahun. Obligasi ini akan ditawarkan di pasar dengan masa penawaran pada tanggal 30 Mei – 31 Mei 2012. Sesuai jadwal obligasi akan dicatatkan pada tanggal 6 Juni 2012. (JR)