Kamis, 08/05/2014

Stok Tanah Agung Podomoro Mayoritas Lahan Industri

-jktproperty.com
Share on: 1095 Views
Stok Tanah Agung Podomoro Mayoritas Lahan Industri

JAKARTA, jktproperty.com – PT Agung Podomoro Land Tbk. mengungkapkan hingga kini masih memiliki sisa lahan kosong (land bank) sebanyak 960 hektar. Dari total lahan kosong itu, sebagian besar berupa lahan industri di Karawang, Jawa Barat dan sisanya merupakan lahan untuk perumahan. Sementara persediaan lahan kosong untuk properti komersial dan superblok hampir 100 hektar.

Wakil Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk. Indra Wijaya pada acara Institutional Investor Day 2014, di Gedung BEI, Jakarta, mengatakan saat ini masih memiliki lahan kosong sedikitnya 960 hektar, dimana 558 hektar di antaranya merupakan lahan industri yang terletak di Karawang, Jawa Barat.

“Kami memiliki land bank 960 hektar, sebagian besar berada di Karawang, yakni 558 hektar untuk lahan industri. Saat ini harga tanah di sana Rp500.000 per m2,” ujarnya.

Indra mengatakan selain stok lahan untuk kawasan industri, Agung Podomoro Land masih memiliki sisa lahan kosong untuk proyek perumahan seluas 307 hektar yang tersebar di wilayah Jakarta, Balikpapan, Medan, Batam, dan Bogor. Sementara persediaan lahan kosong untuk komersial masih ada sekitar 27,7 hektar dan superblok 68,3 hektar. Untuk lahan perumahan, demikian Indra, perseroan bakal mengembangkannya dengan membangun apartemen kelas premium seluas 1,3 hektar di daerah Simprug, Senayan, Jakarta Selatan.

“Di Simprug kami merencanakan membangun Simprug Luxury Apartment di atas tanah seluas 1,3 hektar. Semuanya masih by design, jadi belum tahu investasinya berapa,” jelas Indra.

Agung Podomoro Land pada kuartal-I 2014 berhasil mencatatkan marketing sales (pra penjualan) sebesar Rp1,82 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari Harco Glodok sebesar 32% dan Orchard Park Batam sebesar 27,2%. Kemudian Podomoro City Deli Medan berkontribusi sebesar 12,7%, Podomoro City Extension sebesar 8%, Borneo Bay Residences 5,4%, Vimala Hills 5%, Metro Park Residences 4,4% dan Grand Taruma sebesar 3,8%.

Sementara itu, untuk mengatasi minimnya stok lahan untuk properti komersial, perusahaan juga tengah mengincar beberapa lahan untuk dibeli dengan aksi korporasi menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) tahap II senilai Rp750 miliar pada Mei ini.

Direktur Agung Podomoro Cesar M. Dela Cruz mengatakan, dana dari hasil emisi obligasi tahap II akan dipakai untuk membangun proyek dan akusisi lahan. “Setiap tahun kami memang anggarkan dana untuk tambah lahan. Dana itu, kami siapkan jika ada lahan yang siap untuk diakuisisi. Saat ini kita sedang melihat-lihat di daerah utara dan timur masing-masing 10 hektar untuk 2 proyek superblok. Lokasi jelasnya belum bisa kami sebut karena nanti akan ada spekulasi harga,” ujarnya.

Penerbitan obligasi tersebut merupakan lanjutan dari obligasi tahap I senilai Rp1,2 triliun pada 2013 lalu. Obligasi ini bakal terbitkan senilai total Rp 2,5 triliun, sehingga masih ada sisa sekitar Rp550 miliar yang belum diterbitkan. Obligasi tahap II memiliki tenor 5 tahun dan bunga sekitar 12,25%. (DIN)