Kamis, 12/04/2012

Stok Lahan KI Menipis, Karawang dan Bekasi Nikmati Kenaikan Harga

-jktproperty.com
Share on: 665 Views
Stok Lahan KI Menipis, Karawang dan Bekasi Nikmati Kenaikan Harga

JAKARTA: Colliers International Indonesia mengungkapkan terjadi kenaikan harga lahan kawasan industri di Karawang dan Bekasi sebagai akibat menipisnya stok lahan KI di kedua kawasan ini. Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan di triwulan I-2012, terjadi kenaikan harga tanah di kedua kawasan yang menjadi ‘primadona’ bagi pelaku industri.

“Stok lahan KI yang ada jumlahnya konstan dan malah cenderung menipis. Inilah yang memicu terjadinya kenaikan harga lahan KI di Karawang dan Bekasi,” ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, rata-rata lahan KI yang banyak diminati kalangan industriawan sudah tidak tersedia pada kuartal pertama tahun ini.

Dia mengatakan kenaikan harga lahan KI pada kuartal I-2012 di Bekasi mencapai 9,6%. Sementara di Karawang mencapai 8,1%. “Hingga akhir tahun ini belum ada sinyal dari pemilik lahan KI untuk menambah persediaan lahan KI-nya.”

Mayoritas penyewa lahan KI saat ini didominasi industri otomotif, yakni sebesar 58,1% dan diikuti industri makanan, farmasi, plastik, baja, manufaktur, gudang logistik yang rata-rata berkisar di angka 2%-4%.

Lebih lanjut dia mengatakan saat ini di Bekasi rata-rata harga tanah perindustrian rata-rata US$164,7 per m2 [tertinggi US$173,1 per m2 dan terendah US$150 per m2] sedangkan di Karawang harga rata-ratanya mencapai US$117 per m2 [tertinggi US$125 per m2 dan terendah US$109 per m2].

Sementara itu, Rivan Munansa, Associate Director Industrial Services Colliers International Indonesia mengatakan, gairah transaksi di bisnis lahan KI akan membuat harga lahan KI meningkat 40% selama tahun ini. Data Colliers Indonesia mengungkapkan Karawang masih memberikan kontribusi terbesar untuk lahan industri selama 2011 yakni mencapai 36%. Disusul daerah lainnya yaitu Bekasi (26%), Serang (21%), Jakarta (10%), Tangerang (5%) dan Bogor (2%).

Total penjualan lahan pada akhir tahun lalu mencapai 1.238 hektar atau meningkat sekitar 228% dibandingkan periode 2010 sebesar 543 hektar. Colliers juga mencatat Bekasi mencatat harga lahan industri rata-rata adalah US$150,33 per m2; Tangerang (US$117,56 per m2); Bogor (US$108,33 per m2); Karawang (US$108,22 per m2); dan Serang (US$83,33 per m2). Penjualan terbesar masih didominasi oleh Suryacipta yakni mencapai lebih kurang adalah 250 hektar. Sementara lainnya adalah Green Land 205 hektar, Delta Silicon 155 hektar, Bekasi Fajar 150 hektar.

Pertumbuhan Pendapatan

Pengelola lahan KI di Bekasi dan Karawang seperti PT Kawasan Indsutri Jababeka Tbk dan PT Surya Semesta Internusa Tbk tahun ini memang sudah memprediksi akan memperoleh pertumbuhan pendapatan seiring prediksi tingginya permintaan lahan industri dari investor pada 2012.

Bahkan di awal tahun ini, PT Surya Semesta Internusa Tbk mengantongi nilai buku kontrak untuk penjualan lahan kawasan industri seluas 120 hektar senilai US$99,6 juta atau setara Rp912,6 miliar. Sedangkan tahun ini perseroan yang mengelola lahan KI Suryacipta City of Industry di Karawang menargetkan penjualan lahan industri sebesar US$112,05 miliar atau setara Rp1,03 triliun untuk lahan seluas 135 hektar dengan harga jual rata-rata mencapai US$83 per m2.

Untuk tahun ini, berdasarkan data yang diperoleh jktproperty.com, harga penawaran lahan industri di Suryacipta City of Industry telah mencapai US$110 per m2. Melihat tren yang cukup menggairahkan di subsektor kawasan industri ini, PT Surya Semesta Internusa Tbk berencana mengekspansi kawasan industrinya dengan menambah izin lahan industri baru sekurang-kurangnya 1.000 hektar. (DHP/JR)