Kamis, 17/07/2014

Stagnasi Bayangi Pasar Perkantoran Sewa di CBD Jakarta

-jktproperty.com
Share on: 632 Views
Stagnasi Bayangi Pasar Perkantoran Sewa di CBD Jakarta
Foto: Deddy H. Pakpahan/jktproperty.com
STAGNASI HARGA SEWA: Harga sewa ruang perkantoran di central business district (CBD) Jakarta, terutama perkantoran-perkantoran premium, diketahui tidak mengalami pertumbuhan yang berarti dibandingkan tahun sebelumnya. Diperkirakan setelah Pilpres harga sewa kantor di Jakarta akan kembali tumbuh seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor.

JAKARTA, jktproperty.com – Harga sewa ruang perkantoran di central business district (CBD) Jakarta, terutama perkantoran-perkantoran premium, diketahui tidak mengalami pertumbuhan yang berarti dibandingkan tahun sebelumnya.

Stagnasi harga sewa tersebut menurut Angela Wibawa, Regional Director Head of Markets Jones Lang LaSalle Indonesia, dipicu sikap wait and see investor terkait dengan proses Pilpres 2014. “Terutama untuk perkantoran premium, harga sewanya tidak banyak berubah dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya saat menyampaikan Property Market Update di Jakarta pekan ini.

Menurut dia, harga properti untuk perkantoran di CBD stabil relatif tidak banyak perubahan, bahkan bisa dibilang stagnan. Untuk perkantoran kelas premium di kawasan Thamrin saat ini harga sewanya berkisar US$50 per m2, di kawasan Senayan juga sama US$50 per m2, sedangkan untuk harga sewa unit perkantoran premium di kawasan Sudirman US$35-US$45 per m2. “Secara rata-rata harga sewa unit perkantoran di kawasan CBD mencapai US$40-US$60 per m2. “Setelah Pilpres diharapkan terjadi kenaikan dengan munculnya trust di kalangan investor.”

Mengenai harga sewa di luar CBD, Angela mengatakan justru mengalami kenaikan. “Pada kuartal II-2014 kenaikannya berkisar antara 4%-7%. Harga sewa perkantoran di koridor Jl. TB Simatupang saat ini US$20 per m2,” tutur Angela.

Pada awal 2014 Jones Lang LaSalle Indonesia juga mengungkapkan bahwa pasar properti perkantoran di Jakarta mulai melorot. Hal itu ditunjukkan dengan melemahnya transaksi sewa ruang perkantoran di kawasan CBD pada kuartal terakhir 2013. “Permintaan perkantoran di CBD terus melambat. Tren di triwulan IV merupakan kelanjutan dari tren triwulan III, kecenderungan pasar melambat, dimana permintaan triwulan IV turun hanya 24.000 m2, turun,” kata Kepala Dvisi Riset Jones Lang LaSalle Anton Sitorus.

Menurut dia, permintaan sewa kantor turun menjadi hanya 24.000 m2. Padahal periode yang sama tahun lalu permintaannya mencapai lebih dari 100.000 m2. Namun, kata Anton, kondisi perlambatan tersebut dinilai wajar mengingat kondisi pasar properti saat ini yang masih fluktuatif. “Saya kira penurunan itu masih wajar mengingat kondisi pasar saat ini,” katanya.

Sepanjang tahun 2013, kata dia, permintaan ruang sewa kantor di CBD hanya mencapai 300.000 m2 atau terendah dalam 3 tahun terakhir. Lebih lanjut dia mengatakan perlambatan yang terjadi berpengaruh terhadap harga sewa perkantoran di Jakarta. Pertumbuhan harga sewa juga terus melambat memasuki akhir 2013. “Harga sewa perkantoran rata-rata naik hanya 5% akibat kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah,” tandasnya.

Pertumbuhan Tertinggi

Sebelumnya, CBRE mengungkapkan pertumbuhan harga sewa perkantoran di Jakarta tercatat yang paling tinggi di dunia, sementara tarif sewa perkantoran termahal masih tetap dicatat kawasan West end di London, Inggris.

Survei properti terbaru “CBRE Global Prime Office Occupancy Cost” yang dikutip dari situs worldpropertychannel.com mengungkapkan pertuimbuhan tarif sewa perkantoran di Jakarta merupakan yang tertinggi, yakni sebesar 60,1%. Bahkan dibandingkan Seattle (AS), Kuala Lumpur (Malaysia), Dublin (Irlandia) dan London (Inggris). “Pertumbuhan tarif sewa di Seattle hanya 19,4%, Kuala Lumpur 16,7%, Dublin 15,8% dan London 15,3%,” demikian CBRE.

Sementara West End London, dalam survei tersebut, didapuk menjadi pasar perkantoran dengan harga paling sewa paling wah sedunia, yakni senilai US$277 dollar per kaki persegi. “Posisi West End London diikuti oleh Hong Kong di nomor 2 (US$242), Beijing (US$194) dan Moskow (US$165).

CBRE juga mengungkapkan peningkatan harga sewa tercepat terjadi di Amerika Serikat, dimana harga fundamental properti yang terus meningkat secara signifikan memicu pertumbuhan sewa kantor. Secara keseluruhan, AS menyumbang lima dari 10 pasar dengan perubahan tarif paling cepat yakni Seattle, San Francisco pinggiran, San Francisco pusat kota, Houston pinggiran dan Houston pusat kota. AS memimpin akselerasi pertumbuhan sewa tercepat yakni 3,3% diikuti Asia Pasifik (2,9%). Sedangkan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika justru turun 0,1%.

“Secara global, pertumbuhan harga rerata mencapai 2,3. Pasar sewa untuk properti premium diperkirakan akan terus meningkat, ditambah dengan biaya yang lebih tinggi dari operasi gedung perkantoran, akan mendongkrak biaya hunian di sebagian besar pasar dalam beberapa bulan mendatang,” kata Head of Global Research CBRE Raymond Torto. (GUN)