Senin, 17/12/2018

Sri Mulyani: “Pelaku Properti Masih Harus Tetap Waspada di 2019”

-jktproperty.com
Share on: Facebook 125 Views
Sri Mulyani: “Pelaku Properti Masih Harus Tetap Waspada di 2019”
Foto: Ist
PENGEMBAG PERLU WASPADA: Menkeu Sri Mulyani Indrawati meminta pengembang dan para pelaku industri di sektor properti tetap waspada dengan terus bergejolaknya perekonomian global. Hal tu dinilai penting, mengingat tahun depan perekonomian global diprediksi masih mengalami perlambatan yang berdampak langsung terhadap sektor properti di Tanah Air.

JAKARTA, jktproperty.com – Menkeu Sri Mulyani Indrawati meminta pengembang dan para pelaku industri di sektor properti tetap waspada dengan terus bergejolaknya perekonomian global. Hal tu dinilai penting, mengingat tahun depan perekonomian global diprediksi masih mengalami perlambatan yang berdampak langsung terhadap sektor properti di Tanah Air.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang membuat ekonomi global mengalami perlambatan. Mulai dari sikap AS untuk melakukan resesi ekonomi yang bisa berujung dengan adanya resesi ekonomi dunia hingga kepastian kelanjutan perang dagang negara adidaya tersebut dengan Cina.

“Pertumbuhan ekonomi dunia tahun depan diprediksi masih mengalami perlambatan. Kita harus melihat berbagai tren wajib kita waspadai. Di antaranya suku bunga dan liquidity tightening (pengetatan likuiditas),” kata Sri Mulyani dalam acara Property Outlook 2019 di gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Senin (17/12).

Sektor properti sangat rentan dengan perekonomian global. Oleh sebab itu, para pengembang diminta untuk sangat berhati-hati agar tidak memberikan dampak negatif disektor ini. ”Sektor properti sangat erat kaitannya dengan stabilitas makroekonomi dan monetary policy. Ini adalah sesuatu yang harus diwaspadai karena 2018 diwarnai dinamika yang tidak mudah mengenai nilai tukar, suku bunga yang cenderung meningkat, dan likuiditas di tingkat global yang cukup ketat,” ujarnya.

Anggaran Infrastruktur

Lebih lanjut dia mengatakan kenaikan anggaran infrastruktur merupakan salah satu upaya untuk mendorong peningkatan nilai asset di daerah. Dengan begitu, diharapkan hal ini akan mendorong masyarakat untuk membeli properti.

Pada tahun depan, anggaran infrastruktur yang dialokasikan pemerintah dalam APBN 2019 mencapai Rp 415 triliun, atau lebih tinggi dari prospek 2018 sebesar Rp 410 triliun. “Suka atau tidak, belanja negara kita tahun depan itu mencapai Rp 415 triliun. Dan dalam beberapa tahun terakhir selalu di atas Rp 400 triliun,” katanya.

Anggaran yang cukup besar tersebut dialokasikan untuk membangun berbagai proyek infrastruktur, seperti jalan tol, sanitasi, listri, hingga aksesibilitas guna menunjang konektivitas antar daerah. “Itu nantinya akan sangat memengaruhi harga dan dinamika sektor properti dan konstruksi,” kata dia.

Sri menuturkan, konektivitas menjadi kunci penting dalam meningkatkan nilai properti atau tanah yang belum dibangun di daerah. Pasalnya, dengan adanya jaringan jalan, maka akan memudahkan akses menuju lokasi lahan yang belum dikembangkan. Dengan demikian, nilai properti wilayah tersebut pun akan turut terdongkrak. “Connectivity atau kemampuan kita ciptakan aksesibilitas di berbagai daerah, menciptakan value dari properti atau tanah yang belum dibangun cukup tinggi,” katanya. (PIT)