Selasa, 20/01/2015

SMF Targetkan Penyaluran Pembiayaan Perumahan Rp22 Triliun

-jktproperty.com
Share on: 526 Views
SMF Targetkan Penyaluran Pembiayaan Perumahan Rp22 Triliun
Foto: Ilustrasi
PEMBIAYAAN PERUMAHAN: Lembaga pembiayaan sekunder perumahan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menargetkan total aliran dana kumulatif yang disalurkan untuk pembiayaan perumahaan di Indonesia pada 2015 sebesar Rp22 triliun atau mengalami kenaikan Rp5,5 triliun dari total dana yang disalurkan tahun lalu sebesar Rp16,546 triliun.

JAKARTA, jktproperty.com – Lembaga pembiayaan sekunder perumahan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menargetkan total aliran dana kumulatif yang disalurkan untuk pembiayaan perumahaan di Indonesia pada 2015 sebesar Rp22 triliun atau mengalami kenaikan Rp5,5 triliun dari total dana yang disalurkan tahun lalu sebesar Rp16,546 triliun.

Presdir PT SMF (Persero) Raharjo Adisusanto mengatakan komposisi kenaikan tersebut diperoleh dari target sekuritisasi Rp2 triliun dan penyaluran pinjaman sebesar Rp3,5 triliun. “Dengan adanya kenaikan target yang ditentukan oleh pemegang saham yaitu Kementerian Keungan, maka total debitur atau kredit pemilikan rumah (KPR) yang disalurkan juga mengalami peningkatan,” katanya.

Dia mengatakan tahun ini diperkirakan ada tambahan 90.000 unit rumah, sehingga akumulasi KPR yang disalurkan pada tahun ini menjadi 467.217 unit. “Jumlah rumah itu mengalami kenaikan 23,8% dibandingkan dengan total penyaluran tahun lalu sebesar 377.217 unit.”

Dia mengatakan hal itu dalam seminar EBA-SP Peluang dan Tantangan Pembiayaan Perumahan yang diselenggarakan Bisnis Indonesia di Jakarta, hari ini.

Lebih lanjut Raharjo mengatakan lembaga yang dipimpinnya menargetkan akan mengalirkan dana ke 17 lembaga jasa keuangan atau lebih pada tahun ini. Untuk itu pihaknya sedang menjajaki penandatanganan kerja sama dengan berbagai lembaga jasa keuangan. Adapun perbankan yang telah bekerjasama dengan SMF antara lain Bank BTN, Bank DKI, Bank Nagari, Bank Muamalat, Bank Mandiri Syariah dan Bank BJB Syariah. Sementara itu, lembaga nonbank yang memanfaatkan pembiayaan perumahan sekunder yaitu MNC finance, Kredit plus dan Ciptadana.

“Proporsi pembiayaan terbesar masih disalurkan kepada Bank BTN sebagai debitur melalui sistem sekuritisasi”, ujarnya.

Untuk tahun ini, Raharjo memprediksikan akan ada tambahan lembaga jasa keuangan yang tertarik bekerjasama dengan pembiayaan sekunder perumahan. Pasalnya, potensi pembiyaan perumahan masih sangat besar mengingat adanya kesenjangan antara permintaan dan pengadaan rumah atau backlog di Indonesia yang mencapai 15 juta unit. (GUN)