Jumat, 28/11/2014

Sentra Senayan, The Plaza dan WTC, Perkantoran dengan Sewa Termahal

-jktproperty.com
Share on: 1223 Views
Sentra Senayan, The Plaza dan WTC, Perkantoran dengan Sewa Termahal
Foto: The Plaza
TARIF SEWA TERMAHAL: Sentra Senayan, The Plaza dan WTC II merupakan gedung perkantoran dengan tarif swa termahal di Jakarta. Meski tarif mahal, okupansinya juga tinggi, hampir mendekati 100%.

JAKARTA, jktproperty.com – DTZ Indonesia mengungkapkan sewa gedung perkantoran di Jakarta menunjukkan kinerja positif sepanjang 2014, sementara Sentra Senayan, The Plaza dan WTC disebut-sebut sebagai gedung perkantoran di Jakarta dengan tarif sewa termahal.

Country Head DTZ Indonesia Kan Kum Wah dalam presentasinya pada seminar “Indonesia Real Estate 2014” yang diselenggarakan pekan ini mengungkapkan meskipun sektor perkantoran diperkirakan akan mengalami stagnasi pada 2015 mendatang yang ditandai besarnya supply dibandingkan demand, beberapa perkantoran di Jakarta justru menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan mempertahankan tarif sewa yang tinggi. “Sebagian besar gedung perkantoran bertarif sewa tinggi itu ada di central business district (CBD) Jakarta,” katanya.

Menurut dia, dari survei yang dilakukan DTZ Indonesia, perkantoran Sentra Senayan merupakan yang termahal dibandingkan gedung perkantoran lainnya. Gedung perkantoran yang dibangun PT Senayan Trikarya Sempana itu memasang tarif sewa US$56 atau Rp 672.000 per m2 [kurs US$1 = Rp 12.000]. Angka ini merupakan asking base rent dengan biaya servis US$7 per m2. “Dibandingkan perkantoran Grade A lainnya, tarif sewa di Sentra Senayan adalah yang tertinggi,” tambah Kan.

Setelah Sentra Senayan, perkantoran The Plaza di kompleks Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, menjadi perkantoran termahal kedua dengan tarif sewa US$55 per m2 dan US$6,3 per m2 untuk biaya servis. Baru kemudian WTC II yang berlokasi di Jl Jend. Sudirman berada di posisi ketiga paling mahal dengan rate sewa US$48 per m2 dan biaya servis US$7,3 per m2. Sementara Equity Tower menyusul di tempat keempat termahal dengan tarif sewa US$45 per m2 dan biaya servis US$4,6 per m2.

Lebih lanjut Kan mengatakan meskipun gedung perkantoran itu memasang tarif tinggi, okupansinya juga bukan berarti rendah. “Justru okupansinya sangat tinggi berkisar antara 94%-97%,” tandasnya. (GUN)