Selasa, 11/06/2013

Semua Tarif Hotel Berbintang Naik Akibat Tingginya Permintaan

-jktproperty.com
Share on: 479 Views
Semua Tarif Hotel Berbintang Naik Akibat Tingginya Permintaan

JAKARTA, jktproperty.com – Kegiatan bisnis yang meningkatselama kuartal I-2013 telah mendorong kenaikan permintaan terhadap hotel di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi. Sebagian besar permintaan hotel adalah untuk acara meeting, baik perusahaan swasta maupun instansi pemerintah.

Survei Properti Komersial Bank Indonesia Kuartal I-2013 yang belum lama ini dipublikasikan mengungkapkan akibat tingginya permintaan akan hotel menyebabkan excess demand terhadap kamar hotel dari 2011 hingga kuartal I-2013 rata-rata sebanyak 39 kamar.

Sepanjang kuartal I-2013 terdapat penambahan hotel berbintang baru yang mulai beroperasl, yaitu Blue Sky Hotel dl Petamburan. Dengan penambahan tersebut, maka pasokan kumulatif kamar hotel berbintang di Jabodebek adalah 26.526 unit, dimana 24,73% merupakan hotel bintang tiga, 39,64% hotel bintang empat, dan 35,99% hotel bintang lima.

Telah berakhirnya musim liburan dan baru mulalnya kegiatan bisnis di awal tahun menyebabkan tingkat hunian hotel di Jabodebek hanya tumbuh sebesar 3,93% (qtq) menjadi 69,75 %. Seiring dengan meningkatnya permintaan, rata-rata tarif kamar pun meningkat hingga 4,62% (qtq) menjadi Rp961.368/malam. Kenaikan terbesar terjadi pada hotel bintang 4 yang naik 7,19% (qtq) menjadi Rp799.852/malam, diikuti oleh hotel bintang 3 yang naikk 6,19% (qtq) menjadi Rp664.302/malam, dan hotel bintang 5 yang naik 2,70% (qtq) menjadl Rp1.340.409/malam (lihat Grafik 7).

Khusus untuk Provinsi Banten, selama kuartal l-2013 rata-rata tingkat hunian hotel mengalami peningkatan menjadi 68,12%, dari 67,41% pada triwulan sebelumnya. Kegiatan bisnis serta pemerintahan yang kembali aktif pada triwulan laporan mempengaruhi tingkat hunian hotel- hotel di kawasan Tangerang yang kebanyakan merupakan hotel bisnis. Sebaliknya, hotel di kawasan Anyer, Serang dan Cilegon yang didominasi oleh hotel wisata, sepanjang triwulan laporan mengalami penurunan tingkat hunian. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya aktivitas berlibur masyarakat pada triwulan ini, serta tertutupnya akses menuju kawasan ini karena bencana banjir.

Menurunnya tingkat hunian hotel di kawasan Anyer, Serang dan Cilegon lni berimbas pada rata-rata tarif kamar yang juga mengalami penurunan sebesar -4,08% (qtq) menjadi Rp787.396/malam. (PIT)