Rabu, 23/07/2014

Semester I-2014 Laba Bersih Intiland Development Melonjak 42,3%

-jktproperty.com
Share on: Facebook 499 Views
Semester I-2014 Laba Bersih Intiland Development Melonjak 42,3%
Artist Impression: South Quarter, Jakarta.
KINERJA INTILAND: Kinerja perseroan ditopang oleh meningkatnya pendapatan dari seluruh segmen usaha, yaitu pengembangan superblok, hunian, kawasan industri maupun investasi properti. Dilihat dari jenis sumbernya, perseroan membukukan pendapatan dari pengembangan (development income) sebesar Rp775,8 miliar atau 90,8% dari total pendapatan usaha. Jumlah ini meningkat 12,8% dari hasil perolehan di periode yang sama tahun lalu.

JAKARTA, jktproperty.com – Selama semester I-2014 PT Intiland Development Tbk berhasil meningkatkan kinerja usahanya. Perseroan sampai akhir Juni 2014 berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp199,9 miliar atau melonjak 42,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp140,5 miliar, sementara seluruh indikator kinerja usaha berhasil tumbuh positif.

Berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan yang dipublikasikan Intiland pekan ini, perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp854,8 miliar, atau meningkat 11,8% dibandingkan paro tahun 2013 sebesar Rp764,9 miliar. Laba usaha juga meningkat sebesar 14,2% atau menjadi Rp286,2 miliar.

“Kami barharap iklim usaha properti akan membaik di paruh kedua tahun ini, sehingga mampu mencapai proyeksi hasil kinerja yang ditargetkan,” kata Direktur Pengelolaan Investasi dan Modal PT Intiland Development Tbk. Archied Noto Pradono dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, membaiknya kinerja perseroan, ditopang oleh meningkatnya pendapatan dari seluruh segmen usaha, yaitu pengembangan superblok, hunian, kawasan industri maupun investasi properti. Dilihat dari jenis sumbernya, perseroan membukukan pendapatan dari pengembangan (development income) sebesar Rp775,8 miliar atau 90,8%  dari total pendapatan usaha. Jumlah ini meningkat 12,8% dari hasil perolehan di periode yang sama tahun lalu.

Sementara pendapatan berkelanjutan (recurring income) tercatat memberikan kontribusi Rp78,9 miliar atau 9,2%. Pendapatan berkelanjutan Intiland berasal dari segmen investasi properti, antara lain dari penyewaan ruang perkantoran, pengelolaan lapangan golf dan klub olahraga, rumah sakit, dan jaringan hotel Intiwhiz. “Ditinjau dari segmen usahanya, pengembangan superblok mixed-use menjadi kontributor pendapatan terbesar mencapai Rp302,8 miliar atau 35,4%. Pengembangan kawasan bisnis South Quarter  di Jakarta Selatan tercatat memberikan kontribusi pendapatan terbesar, mencapai Rp241,1 miliar atau 28,2%,” tuturnya.

Kontribusi pendapatan terbesar berikutnya bersumber dari segmen pengembangan hunian, baik kawasan perumahan maupun kondominium, sebesar Rp275,8 miliar atau 32,3% serta pengembangan kawasan industri melalui Ngoro Industrial Park yang mencapai Rp197,3 miliar atau 23,1%.

“Dua segmen usaha ini memberikan kontribusi pendapatan cukup besar karena pengakuan atas penjualan, sejalan dengan progres pelaksanaan proyek-proyek yang dikembangkan. Sementara dari sisi proyek, pertumbuhan pendapatan terutama karena pengakuan atas penjualan proyek South Quarter, Ngoro Industrial Park, dan Graha Natura,” ungkap Archied.

Sementara segmen investasi properti memberikan kontribusi sebesar Rp78,9 miliar atau 9,2% dari keseluruhan pendapatan Intiland pada semester I 2014. (LEO)