Rabu, 18/07/2018

Selama Semester I-2018 Bank BTN Catat Laba Bersih Rp1,42 Triliun

-jktproperty.com
Share on: Facebook 150 Views
Selama Semester I-2018 Bank BTN Catat Laba Bersih Rp1,42 Triliun
Foto: Humas Bank BTN
KREDIT BANK BTN NAIK 19,14% – Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono (keempat dari kiri) didampingi Jajaran Direksi Bank BTN Yossi Istanto (kiri), Nixon L. P. Napitupulu, Budi Satria Andi Nirwoto, Iman N. Soeko, Oni Febriarto R., dan R. Mahelan Prabantarikso kompak mengangkat jempol pada acara Konferensi Pers Paparan Kinerja Bank BTN per semester I tahun 2018 di Menara BTN, Jakarta, Rabu (18/7). Pada semester I/2018, Bank BTN mencatatkan peningkatan penyaluran kredit sebesar 19,14% yoy menjadi Rp211,35 triliun per semester I/2018. Kontribusi terbesar pencapaian tersebut berasal dari segmen kredit perumahan yang tumbuh 19,76% yoy. Sebagai pemimpin pasar KPR Nasional dengan pangsa pasar sebesar 37,47% Bank BTN telah menyalurkan kredit perumahan senilai Rp 191,30triliun atau tumbuh 19,76% dibandingkan semester I tahun 2017.

JAKARTA, jktproperty.com – PT Bank Tabungan Negara (BTN) selama semester I-2018 membukukan laba bersih sebesar Rp1,42 triliun atau naik 12,01% secara tahunan (year on year/yoy). Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, capaian laba bersih tersebut ditopang penumbuhan kredit yang melaju di level 19,14% hingga akhir Juni 2018.

“Angka pertumbuhan kredit tercatat di atas rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan yang mencapai 10,26% yoy, data per Mei 2018,” ujar dia dalam Paparan Kinerja Bank BTN di Gedung Menara BTN, Jakarta, Rabu (18/7).

Menurut dia, penyaluran kredit tertinggi masih dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang sebesar Rp191,30 triliun atau tumbuh 19,76% dari tahun 2017. Di mana KPR subsidi dan non subsidi mengambil andil 73,5% dari total keseluruhan kredit. “KPR subsidi yang tumbuh paling tinggi atau sebesar 30,26% yoy menjadi Rp83,36 triliun, sementara KPR non subsidi tumbuh 13,4% yoy,” katanya.

Kemudian, kredit konstruksi perumahan tercatat naik 17,03% yoy menjadi Rp27,60 triliun. Adapun saat ini BTN menguasai pangsa pasar KPR nasional sebesar 37,47%, serta penyalur KPR Subsidi sebesar 94,12%. “Semester kedua kami akan terus menggenjot kredit perumahan untuk mengejar target kredit kami tahun ini yang diharapkan dapat tumbuh di atas 20%,” kata Maryono.

Sedangkan untuk kredit non-perumahan, menunjukkan kenaikan sebesar 13,49% yoy, menjadi Rp20,05 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari kredit komersial sebesar Rp15,49 triliun sedangkan kredit konsumer tercatat mencapai Rp4,5 triliun per Juni 2018.

Laju pertumbuhan kredit juga diikuti rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NFL) gross BTN yang turun ke level 2,78% dari 3,23%. “NPL gross terendah berhasil dicatatkan segmen KPR subsidi yang hanya sebesar 1,21 %. Angka tersebut lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,66%.”

Adapun untuk, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp189,63 triliun. Perolehan tersebut naik 19,17% yoy dari tahun sebelumnya. Ini lebih tinggi dari pertumbuhan DPK industri sebesar 6,47% yoy.

Maryono mengungkapkan, kenaikan DPK ditopang pertumbuhan giro sebesar 16,5%, mencapai Rp48,63 triliun dan deposito yang tumbuh sebesar 19,44% yoy mencapai Rp39,46 triliun. “Ke depan, kami masih fokus untuk meningkatkan low cost fund,” pungkasnya. (EKA)