Selasa, 02/07/2019

Savills Indonesia: Penjualan Pasar Properti Belum Tumbuh Signifikan

-jktproperty.com
Share on: Facebook 1256 Views
Savills Indonesia: Penjualan Pasar Properti Belum Tumbuh Signifikan
Foto: Ilustrasi
PROPERTI BELUM PULIH: Konsultan properti Savills Indonesia memprediksi penjualan di pasar properti belum akan menunjukkan kenaikan yang signifikan. Hal itu didasarkan pada performa penjualan properti selama semester I-2019 yang belum menunjukkan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.

JAKARTA, jktproperty.com – Konsultan properti Savills Indonesia memprediksi penjualan di pasar properti belum akan menunjukkan kenaikan yang signifikan. Hal itu didasarkan pada performa penjualan properti selama semester I-2019 yang belum menunjukkan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.

Direktur Riset Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan secara fundamental, pasar properti masih mengalami tekanan domestik dan global. Di dalam negeri perhelatan pemilu yang telah selesai ternyata masih menyisakan ketidakpastian dengan masuknya gugatan ke Mahkamah Konstitusi, juga berpengaruh kuat terhadap sales sektor properti.

“Selain itu, faktor perang dagang Amerika Serikat-Cina ikut mempengaruhi kondisi sektor properti. Sektor bisnis seperti properti tentunya selalu berkaitan dengan pergerakan fundamental ekonomi. Perkiraan saya, sampai akhir tahun pasar properti belum ada kenaikan yang signifikan,” ujarnya di Jakarta pekan lalu.

Namun, bukan berarti sektor properti tidak akan rebound. Kalau ketegangan global menurun ditambah insentif pemerintah plus kenaikan peringkat investasi Indonesia di mata dunia, Indonesia masih memiliki daya tarik. “Investor properti masih melirik Indonesia,” katanya.

Adapun data riset Savills Indonesia sepanjang kuartal I/2019, menunjukkan bahwa pasokan kondominium baru di Jakarta mencapai 1.100 unit. Sayangnya, penyerapan pasar hanya mencapai 430 unit. Tekanan harga jual pun terjadi, harga rata-rata per meter persegi turun 0,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi senilai Rp26,3 juta.

Kondisi yang tak berbeda jauh dialami oleh kota satelit, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Setidaknya pada triwulan pertama 2019 terdapat 3.800 unit kondominium baru. Total pasokan pun bertambah menjadi sebanyak 86.700 unit. Sayangnya, properti yang terjual hanya mencapai 2.100 unit dengan harga rata-rata Rp15,8 juta per m2. (EKA)