Jumat, 25/11/2016

Sasar Kelas Menengah E&U Interior Design Tawarkan Tarif Terjangkau

-jktproperty.com
Share on: 4353 Views
Sasar Kelas Menengah E&U Interior Design Tawarkan Tarif Terjangkau
Dok. E&U Interior Design
E&U INTERIOR DESIGN:Salah satu desain interior yang dikerjakan E&U Interior Design yang berafiliasi dengan ETHOSpace Singapura.

JAKARTA, jktproperty.com – E&U Interior Design, perusahaan yang berafiliasi dengan ETHOSpace Singapura menawarkan tarif desain interior dengan harga terjangka (affordable). Paket desain yang ditawarkan Rp500.000 per m2. Harga desain ini benar-benar terjangkau kalau tak mau dikatakan murah, mengingat ETHOSpace merupakan perusahaan yang digawangi David Tay, desainer kelas dunia yang memenangkan banyak penghargaan internasional.

Direktur E&U Interior Design Anoop Vaswani mengatakan pihaknya menawarkan tarif┬áRp500.000 per m2 dan promo Rp450.000 per m2. “Target kami adalah kelas menengah dan kami kira E&U adalah pilihan tepat bagi mereka yang mengidam-idamkan desain interior mewah tanpa biaya besar,” ujarnya saat kepada media di Jakarta, pekan ini.

Anoop mengatakan, paket tersebut hanya berlaku untuk jasa desain. Sementara untuk rancang bangun biayanya dikenakan mulai Rp 4,5 juta per m2. Selain itu, paket rancang bangun juga ada yang dihargai mulai 13%-18% dari harga rumah.

Menurut Anoop, saat ini E&U lebih fokus mengincar pasar menengah di Indonesia. Pasar ini cukup potensial, mengingat setiap tahun angkanya terus mengalami peningkatan. ETHOSpace sendiri didirikan oleh David Tay yang telah berkarya selama 40 tahun. Karya-karyanya tidak hanya ada di Singapura, tetapi juga Indonesia, India, Hongkong hingga Timur Tengah.┬áTay pernah masuk di dalam buku Baron Who’s Who in Interior Design yang dipublikasikan di Amerika Serikat pada 1990. Pada 2008, Tay mendapat predikat Local Hero oleh majalah Prestige Singapura.

Lebih lanjut dia mengatakan Singapura telah menjadi negara yang menonjol di bidang desain. Pada 2016 ini, World Design Ranking (WDR) mencatat Negeri Singa itu di peringkat 15 sebagai negara paling menonjol berdasarkan jumlah penghargaan internasional dan jumlah karya desain yang memenangkan kompetisi.

“Sementara Indonesia hanya berada di peringkat ke-59 dunia. Kita memang masih harus belajar banyak dari negara luar, seperti Singapura. Nah di E&U kami menggabungkan talenta desainer Indonesia dengan desainer yang ada di ETHOSpace,” katanya. (DHP)