Kamis, 16/10/2014

Rumah Seharga Rp2,3 Miliar-Rp4,8 Miliar Paling Laris di Jabodetabek

-jktproperty.com
Share on: 732 Views
Rumah Seharga Rp2,3 Miliar-Rp4,8 Miliar Paling Laris di Jabodetabek
Foto: alam-sutera.com
TRANSAKSI TURUN: Konsultan properti Cushman & Wakefield Indonesia mengungkapkan transaksi penjualan perumahan selama semester I-2014 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama 2013. Sementara rumah segmen atas dengan kisaran harga Rp2,3 miliar hingga Rp4,8 miliar paling banyak diminati dan mendominasi transaksi penjualan perumahan.

JAKARTA, jktproperty.com РKonsultan properti Cushman & Wakefield Indonesia mengungkapkan transaksi penjualan perumahan selama semester I-2014 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama 2013. Sementara rumah segmen atas dengan kisaran harga Rp2,3 miliar hingga Rp4,8 miliar paling banyak diminati dan mendominasi transaksi penjualan perumahan.

Anindya Prayascitta Samesti, peneliti dan penasihat riset Cushman & Wakefield Indonesia mengatakan dari 30 proyek perumahan di Jabodetabek yang menjadi sampling riset, nilai transaksi penjualan selama semester I-2014 mencapai Rp8,3 triliun. “Nilai transaksi ini menurun dibandingkan semester I-2013 yang mencapai Rp8,35 triliun,” katanya di Jakarta pekan ini.

Penurunan tersebut, kata dia, diakibatkan implementasi peraturan Bank Indonesia (BI) mengenai kenaikan suku bunga dan ketentuan uang muka. “Rata-rata penjualan rumah pada enam bulan pertama mencapai 100 unit per bulan per perumahan, berkurang 13 unit atau -11% dibandingkan dengan rata-rata penjualan pada periode yang sama tahun lalu,” tambahnya.

Dia mengatakan perumahan di Tangerang, yakni Paramount Serpong dan Summarecon Serpong punya kontribusi besar dalam mengerek transaksi penjualan perumahan ditambah beberapa proyek perumahan di Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi. Riset Cushman & Wakefield juga menggaris merah bahwa rumah segmen atas menguasai transaksi penjualan, yakni sebesar 30% dari total transaksi. Sedangkan rumah segmen menengah sebesar 29%

Di tempat yang sama Senior Associate Director and Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia Arief N Rahardjo mengatakan rumah paling diminati pasar Jabodetabek adalah rumah dengan kisaran harga Rp2,3 miliar-Rp4,8 miliar yang memiliki luas bangunan 195 m2-269 m2 dan luas tanah 220 m2-300 m2. Sedangkan rumah segmen menengah tercatat sebanyak 24 persen dari total transaksi. Harga unit berkisar antara Rp 876 juta hingga Rp1,2 miliar dengan luas bangunan 47 m2-90 m2 dan luas tanah 62 m2-105 m2. Sedangkan untuk segmen bawah (28,48%) tipe yang paling banyak dibeli konsumen adalah rumah senilai Rp161 juta-Rp380 juta dengan luas 33 m2-34 m2 dan luas tanah 78 m2-90 m2.

“Dengan adanya pemberlakuan kenaikan suku bunga dan uang muka oleh BI, pembeli unit-unit rumah semakin terseleksi. Sebelumnya, komposisi pembeli investor dan spekulator mendominasi. Mereka banyak yang memanfaatkan KPR [kredit pemilikan rumah]. Tapi sekarang pembeli rumah mayoritas ens user,” katanya. (GUN)