Kamis, 12/03/2015

Rogoh Rp7 Triliun Tokyu Land Bangun Kondo Mewah di BSD

-jktproperty.com
Share on: 2444 Views
Rogoh Rp7 Triliun Tokyu Land Bangun Kondo Mewah di BSD
Setiabudi Skygarden
BANGUN KONDOMINIUM: Tokyu Land kini telah berani mengembangkan properti di Indonesia tanpa kerjasama dengan pengembang lokal. Proyek Branz Simatupang merupakan proyek tunggal perusahaan yang didirikan sendiri, sedangkan Branz BSD dikembangkan dengan sesama pengembang Jepang yaitu Mitsubishi Corporation. Sebelumnya Tokyu Land menggandeng PT Jakarta Setiabudi International membangun Setiabudi Skygarden, apartemen mewah di kawasan segitiga emas Jakarta.

JAKARTA, jktproperty.com – PT Tokyu Land Indonesia, pengembang asal Negeri Sakura menggelontorkan dana sedikitnya 65 miliar Yen atau setara dengan Rp7,15 triliun lebih untuk pembangunan dua kondominium mewah di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan yang akan diberi nama Branz Simatupang dan satu lagi di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan yang akan dinamakan Branz BSD.

Presdir Tokyu Land Indonesia Shinya Miwa mengatakan proyek Branz Simatupang menelan dana 15 miliar Yen atau Rp1,63 triliun yang terdiri dari dua menara kondo. Sementara itu, Branz BSD membutuhkan investasi 50 miliar Yen atau Rp5,45 triliun. Adapun Branz BSD terdiri dari tiga menara kondo. “Branz BSD akan terdiri atas 3.000 unit, dengan tahap pertama sebanyak 1.200 unit. Nilai investasinya sekitar 50 miliar yen. Sedangkan Branz Simatupang terdiri atas 381 unit dengan investasi 15 miliar yen. Indonesia akan menjadi negara prioritas yang difokuskan untuk sasaran investasi luar negeri,” katanya.

Menurut dia, pengembang di Jepang sulit mengembangkan bisnisnya karena berkurangnya populasi penduduk. “Kami lihat market-nya di Indonesia masih sangat besar. Kami akan fokus mengembangkan segmen residensial,” tuturnya.

Mengenai target pembeli, mengingat pemerintah Indonesia belum membuka kran kepemilikan asing, Tokyu Land Indonesia menyasar pembeli warga lokal di Jakarta dan Serpong. Branz BSD rencananya akan berdiri di atas lahan seluas 5,3 hektar. Pembangunan fisiknya dimulai pada Juni 2015 dan ditargetkan rampung pada kuartal pertama tahun 2018. Sedangkan untuk kondomenium Branz Simatupang dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektar dan pengerjaan fisik dimulai pada Desember 2015 dengan target penyelesaian pada kuartal IV tahun 2017.

Tokyu Land kini telah berani mengembangkan properti di Indonesia tanpa kerjasama dengan pengembang lokal. Proyek Branz Simatupang merupakan proyek tunggal perusahaan yang didirikan sendiri, sedangkan Branz BSD dikembangkan dengan sesama pengembang Jepang yaitu Mitsubishi Corporation. Sebelumnya Tokyu Land menggandeng PT Jakarta Setiabudi International membangun Setiabudi Skygarden, apartemen mewah di kawasan segitiga emas Jakarta.

Sementara itu Direktur Tokyu Land Indonesia Tai Horikawa menuturkan tidak menutup kemungkinan pihaknya menyasar sektor lain selain residensial. Menurutnya, pihaknya tertarik mengembangkan perkantoran, pusat perbelanjaan dan hotel. “Kami memang berencana membangun akan memiliki proyek terpadu di pusat bisnis distrik Jakarta, tapi belum bisa disampaikan ke media,” katanya. (GUN)