Senin, 13/10/2014

RNI Bangun Gedung Perkantoran dan Hotel di Cawang

-jktproperty.com
Share on: 608 Views
RNI Bangun Gedung Perkantoran dan Hotel di Cawang
Artist impression: Menara RNI
MENARA RNI: Menara RNI akan dibangun di lahan seluas 7.025 m2 dengan investasi Rp490 miliar. Gedung ini akan menjadi gedung perkantoran dan hotel bintang tiga yang kami beri nama Rajawali Hotel. Perkantorannya 18 lantai, sedangkan hotel terdiri dari 11 lantai dengan 150 kamar.

JAKARTA, jktproperty.com – PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang agroindustri, farmasi, alat kesehatan dan perdagangan, merencanakan membangun gedung perkantoran dan hotel, Menara RNI dan Rajawali Hotel. Pembangunan kedua proyek properti tersebut akan dimulai tahun depan dan diperkirakan rampung pada 2016 mendatang.

Menurut Direktur Utama RNI, Ismed Hasan Putro, Jakarta selalu membutuhkan ruang-ruang baru untuk ditempati dan berinvestasi. Menara yang terletak di kawasan MT Haryono, Cawang, Jakarta, dibangun untuk mengoptimalkan nilai aset perusahaan agar memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

“Kami berharap pembangunan Menara RNI dan Hotel Rajawali ini akan mendatangkan keuntungan yang signifikan bagi perusahaan. Ditargetkan dalam dua tahun ke depan akan memberi pemasukan Rp430 miliar,” ujar Ismed di Kantor RNI Mega Kuningan, Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut dia menjelaskan Menara RNI akan dibangun di lahan seluas 7.025 m2 dengan investasi Rp490 miliar. “Gedung ini akan menjadi gedung perkantoran dan hotel bintang tiga yang kami beri nama Rajawali Hotel. Perkantorannya 18 lantai, sedangkan hotel terdiri dari 11 lantai dengan 150 kamar,” tuturnya.

Ismed mengatakan Menara RNI Cawang berada di lokasi strategis. RNI memilihnya untuk mengembangkan bisnis properti RNI karena dekat dengan Bandara Halim Perdanakusuma dan daerah bisnis Kuningan dan Sudirman.

Sebelumnya, area ini merupakan lahan kosong yang disewakan kepada showroom mobil Audi untuk menjadi tempat penyimpanan. Ismed mengatakan sewa lahan itu dilakukan per tiga bulan. RNI kemudian mengajukan pembebasan lahan dan disetujui oleh panitia kerja tata tertib Komisi VI DPR-RI.

RNI sebelumnya sudah masuk ke bisnis properti. “Jadi ini bukan merambah ke bisnis properti tapi menghidupkan kembali bisnis properti. Karena kami melihat pertumbuhan kelas menengah terus meningkat, jadi kami sengaja membangun hotel budget.” (LEO)