Jumat, 21/08/2015

Rini M Soemarno: “BUMN Akan Didorong Bangun Perumahan”

-jktproperty.com
Share on: 686 Views
Rini M Soemarno: “BUMN Akan Didorong Bangun Perumahan”
Rini M. Soemarno

BOGOR, jktproperty.com – Untuk mendukung program pembangunan sejuta rumah yang dicanangkan pemerintahan Jokowi-JK, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno menyatakan akan mendorong BUMN untuk membangun perumahan.

“BUMN, terutama yang memiliki anak usaha di bidang properti harus mendukung program pemerintah ini dan akan didorong untuk membangun perumahan, khususnya yang memiliki anak usaha di bidang properti seperti PT PP (persero) Tbk., PT Hutama Karya, PT Adhi Karya Tbk, termasuk Perumnas,” katanya usai meresmikan pembangunan rusunami Gunung Putri Square di Kec., Kab. Bogor, Kamis (20/8).

Perempuan kelahiran Maryland, Amerika Serikat, 9 Juni 1958 ini mengatakan kebutuhan rumah dan rusunami di Indonesia sangatlah besar.

“Buktinya, tower pertama rusunami Gunung Putri Square sudah terjual habis bahkan sebelum propertinya dibangun. Karena itu, kami akan terus mendorong semua BUMN yang memiliki bisnis properti untuk membangun perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” tuturnya.

Dorongan Rini diakui Direktur PT PP (Persero) Tbk Bambang Triwibowo. “Beliau mengatakan bahwa BUMN harus mendukung program pembangunan sejuta rumah. Nah, kalau menteri yang bicara kita sulit membedakan apakah ini himbauan atau instruksi, bedanya tipis. Makanya kami termotivasi membangun rusunami Gunung Putri Square. Dulu lahan proyek rusunami ini adalah kandang sapi,” katanya.

Rini Mariani Soemarno atau biasa dikenal Rini Soemarno adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019 oleh Presiden Jokowi sejak 26 Oktober 2014. Sarjana ekonomi lulusan 1981 dari Wellesley College, Massachusetts, Amerika Serikat ini adalah termasuk salah seorang menteri yang diangkat dari kalangan profesional. Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Gotong Royong tahun 2001 hingga tahun 2004. (DHP)