Sabtu, 24/10/2015

REI Sambut Positif Penghapusan Pajak Berganda REITs

-jktproperty.com
Share on: 927 Views
REI Sambut Positif Penghapusan Pajak Berganda REITs
Ilustrasi
PAJAK BERGANDA REITS: Real Estate Indonesia merespons positif paket kebijakan ekonomi jilid lima yang dikeluarkan pemerintahan Presiden Joko Widodo dimana salah satunya menghapuskan aturan pajak berganda untuk instrumen investasi kontrak investasi kolektif dana investasi real estat (DIRE) atau Real Estate Investment Trust (REITs).

JAKARTA, jktproperty.com – Real Estate Indonesia merespons positif paket kebijakan ekonomi jilid lima yang dikeluarkan pemerintahan Presiden Joko Widodo dimana salah satunya menghapuskan aturan pajak berganda untuk instrumen investasi kontrak investasi kolektif dana investasi real estat (DIRE) atau Real Estate Investment Trust (REITs).

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Eddy Hussy mengatakan penghapusan pajak ganda ini berpotensi meningkatkan investasi sektor properti yang pada ujungnya dapat meningkatkan pembangunan nasional. “REI menyambut positif paket kebijakan ekonomi kelima yang dikeluarkan Presiden Jokowi, khususnya untuk penghapusan pajak berganda REITs. Hal ini dapat memicu peningkatan di pasar modal sehingga kita memiliki alternatif pendanaan untuk sektor properti. Efek lanjutannya tentu akan meningkatkan pembangunan dan perekonomian nasional,” ujarnya di Jakarta, Jumat (23/10).

Menurut dia, dengan penghapusan pajak berganda ini,dapat meningkatkan minat perusahaaan pengembang properti untuk mencari dana dari instrumen REITs dan minat investor untuk berinvestasi di produk REITs juga akan semakin tinggi karena ada potensi return yang lebih tinggi setelah penghapusan pajak tersebut.

Selain itu, perusahaan Indonesia juga tidak perlu ke Singapura untuk mencari sumber pendanaan dengan menerbitkan REITs di Singapura seperti yang dilakukan oleh beberapa pengembang seperti Lippo Group. Instrumen REITs sendiri kurang berkembang dan digemari di Indonesia karena salah satunya pengenaan pajak yang tinggi sehingga dianggap tidak menarik.

“Paling tidak ada angin segar dari kebijakan yang baru ini, dengan menghapus pajak berganda dalam instrumen investasi ini tentunya bisa menggairahkan sektor properti. Terlebih properti merupakan lokomotif perekonomian nasional yang menyerap tenaga kerja sangat besar,” katanya.

Seperti diketahui penerbitan REITs di Indonesia tak kunjung laku. Untuk menghidupkan pengumpulan dana investasi berbasis proyek properti ini, pemerintah akan memangkas pajak berganda di sektor ini. REITs atau Dana Investasi Real Estate merupakan salah satu produk berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Bentuknya pengumpulan dana seperti reksadana, sehingga investor kecil bisa ikut menanam kepemilikan di proyek properti bernilai jumbo.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan, untuk menerbitkan KIK-DIRE/REITs, pengembang harus mendirikan perusahaan khusus (special purpose vehicle) untuk mengumpulkan dan mengelola dana investasi atas proyek properti tertentu. Pemerintah mengenakan pajak atas SPV tersebut. Di sisi lain, pemerintah mengenakan pajak juga atas dividen produk REITs/DIRE tersebut. Pemerintah menilai, pajak ganda tersebut yang menyebabkan pengusaha Indonesia malas menerbitkan DIRE di Indonesia, dan lebih suka ke Singapura.

Sementara itu Ketua Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad menghitung, aset properti Indonesia yang diperdagangkan di REITs Singapura mencapai Rp30 triliun. “Saya rasa, kalau diterbitkan di Indonesia, ini menjadi potensi pajak yang besar,” katanya. (LEO)