Kamis, 22/11/2018

REI: Pengembangan Jakarta Membutuhkan Reklamasi

-jktproperty.com
Share on: Facebook 61 Views
REI: Pengembangan Jakarta Membutuhkan Reklamasi
Foto: Ist
REKLAMASI JAKARTA: Real Estate Indonesia (REI) menegaskan pembangunan Jakarta sebagai sebuah kota sangat membutuhkan reklamasi. Reklamasi di teluk Jakarta, demikian REI, digunakan untuk mengembangkan perumahan, mengingat stok lahan kosong untuk pembangunan perumahan di Jakarta terus menipis.

JAKARTA, jktproperty.com – Real Estate Indonesia (REI) menegaskan pembangunan Jakarta sebagai sebuah kota sangat membutuhkan reklamasi. Reklamasi di teluk Jakarta, demikian REI, digunakan untuk mengembangkan perumahan, mengingat stok lahan kosong untuk pembangunan perumahan di Jakarta terus menipis.

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengatakan pertumbuhan penduduk setiap tahunnya tidak sebanding dengan kebutuhan ruang kosong atau lahan untuk memenuhi kebutuhan papan dari setiap penduduk.

“Kalau kita bayangkan penduduk Indonesia sebanyak 260 juta, lalu pertumbuhan penduduk per tahun ada 1,3% berarti sebanyak 3 juta penduduk lahir. Berarti akan mengekspansi ruang kosong baru untuk kebutuhan rumah dan lain-lain. Di Jakarta sudah tidak ada lahan lagi, jadi mau tidak mau harus reklamasi,” ujarnya di Jakarta, Kamis (22/11).

Menurut dia, selama ini lahan pengembangan perumahan di Jakarta sangat terbatas sehingga banyak pengembang yang telah mencoba melakukan efisiensi dengan membangun hunian vertikal. Walaupun demikian, permintaan hunian vertikal yang semakin lama tumbuh sehingga diprediksi juga tidak akan memenuhi kebutuhan hunian dari seluruh masyarakat DKI Jakarta.

Lebih lanjut dia mengatakan reklamasi adalah salah satu harapan DKI Jakarta untuk menjawab backlog perumahan karena tidak ada lagi lahan pengembangan yang tersedia untuk membangun perumahan rakyat. “Tetapi reklamasi itu hanya teknisnya saja, kemudian pembangunan oleh pemerintah dan bekerjasama dengan pihak swasta untuk bangun perumahan bagi masyarakat ya itu bisa saja, seperti di Singapura.” (EKA)