Senin, 17/12/2012

REI Desak Menpera Serius Atasi ‘Backlog’ Perumahan

-jktproperty.com
Share on: 533 Views
REI Desak Menpera Serius Atasi ‘Backlog’ Perumahan

JAKARTA: Real Estate Indonesia (REI) mendesak Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz agar serius mengatasi kekurangan pasokan perumahan (backlog) di Indonesia saat ini yang mencapai 15 juta unit rumah. Salah satu solusi yang ditawarkan REI adalah dengan melakukan koordinasi bersama Kementerian Keuangan untuk memanfaatkan jatah anggaran subsidi BBM yang jumlahnya Rp200 triliun dan akan dikurangi oleh pemerintah pada 2013.

“Saya kira Menpera bisa berkoordinasi dengan Menkeu untuk memanfaatkan jatah anggaran subsidi BBM yang akan dikurangi tahun depan. Jumlahnya Rp200 triliun, kalau Menpera dan Menkeu bisa mengalokasikan jatah subsidi itu untuk subsidi perumahan, kami kira masalah backlog bisa teratasi,” kata Ketua Umum DPP REI Setyo Maharso.

Dia mengatakan kalau pemerintah mau mengalokasikan Rp14 triliun saja untuk program subsidi perumahan, untuk membantu biaya uang muka masyarakat yang penghasilannya tidak tetap, dana yang jumlahnya tidak seberapa dibandingkan untuk subsidi BBM itu bisa dipakai untuk merealisasikan 200.000 unit rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

“Usulan ini bukan semata demi keuntungan pengembang yang membangun rumah, melainkan masyarakat luas, mereka yang kurang mampu membeli rumah,” katanya.

Setyo yakin bila itu dilakukan makan akan memperbaiki realisasi kredit FLPP atau KPR subsidi yang tahun ini merosot tajam. Tahun ini, hingga 5 Desember 2012, dari target 133.000 unit rumah yang akan dibiayai dengan skema FLPP, baru terealisasi 59.112 unit atau hanya tercapai 44,44%. Realisasi penyaluran FLPP terdiri dari 59.107 unit rumah tapak, dan hanya 5 unit untuk rumah susun dari target 500 unit rusun. Jumlah unit pun terefleksi pada realisasi dana kredit FLPP, hingga 5 Desember 2012 baru mencapai Rp2,679 triliun yang terdiri dari FLPP jenis rumah tapak Rp2,67 triliun dan rumah susun Rp192 juta saja. Padahal target pembiayaan FLPP di 2012 mencapai Rp7,091 triliun, terdiri dari Rp7,021 triliun untuk rumah tapak dan Rp70 miliar untuk rusun.

Target Tak Masuk Akal

Di tempat terpisah, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mengungkapkan bahwa target Kemenpera mensubsidi rumah melalui program FLPP tahun depan sebanyak 350.000 unit sangat tidak masuk akal.

“Targetnya tak masuk akal. Mereka [Kemenpera] menyusun program nggak pakai logika. Target tahun depan 350.000 unit, memang Kemenpera punya dana berapa. Dari anggaran Rp21,405 triliun, Kemenpera baru mendapat persetujuan Rp2,71 triliun,” kata Ketua DPP Apersi Eddy Ganefo.

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera Sri Hartoyo sebelumnya mengungkapkan target penyaluran FLPP 2013 sebesar 350.000 unit dengan nilai Rp 21,4 triliun. (PIT)