Rabu, 03/08/2016

Rata-rata Okupansi Hotel di Jakarta Alami Kenaikan Signifikan

-jktproperty.com
Share on: 2298 Views
Rata-rata Okupansi Hotel di Jakarta Alami Kenaikan Signifikan
JW Luwansa Hotel/Ilustrasi
OKUPANSI MENINGKAT: Stagnanasi pertumbuhan ekonomi sepanjang kuartal II ternyata tak membuat tingkat hunian rata-rata/average occupancy rate (AOR) hotel di Jakarta alami hal serupa. Riset yang dilakukan Colliers International Indonesia mencatat AOR pada periode tersebut meningkat cukup signifikan sebesar 4,9% menjadi 56,7%.

JAKARTA, jktproperty.com – Stagnanasi pertumbuhan ekonomi sepanjang kuartal II ternyata tak membuat tingkat hunian rata-rata/average occupancy rate (AOR) hotel di Jakarta alami hal serupa. Riset yang dilakukan Colliers International Indonesia mencatat AOR pada periode tersebut meningkat cukup signifikan sebesar 4,9% menjadi 56,7%.

Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan sepanjang kuartal II 2016 kondisi bisnis berjalan seperti biasa, namun di akhir periode tersebut aktifitas terlihat mulai meriah. Sebagian besar orang pada waktu tersebut banyak melakukan perjalanan bisnis lebih awal.

Menurut dia, yang menyebabkan AOR alami peningkatan adalah naiknya kinerja meeting, incentive, conference, dan exhibition (MICE) di sektor hotel. Hal itu didominasi pasar korporasi dan pemerintah yang sebagian besar digunakan untuk kegiatan pertemuan, seremonial atau festival.

Dari lokasinya, Hotel-hotel yang ada di daerah Central Business Distrik (CBD) terlihat AORnya meningkat sebesar 4,2% menjadi 55,3%. Sementara hotel yang ada di luar CBD, untuk AORnya naik sebesar 5,4% menjadi 57,6%. “Untuk daerah CBD kenaikan hunian tertinggi terjadi pada hotel kelas mewah, AOR hotel mewah naik 4,78% menjadi 53,17%. sedangkan untuk hotel kelas menengah mengalami kenaikan 3,45% menjadi 56,83%,” jelas Ferry dikutip dari riset kuartalan Colliers, Rabu (3/8).

Sementara itu, untuk tarif rata-rata harian hotel di Jakarta pada periode yang sama tercatat naik 0,15 persen menjadi US$82,65 atau setara Rp1,08 juta. Sedangkan untuk hotel di daerah CBD naik 0,71 persen menjadi US$122,25 atau setara Rp1,6 juta.

Ferry mengungkapkan, naiknya semua tarif rata-rata hotel tidak lepas dari berbagai kegiatan MICE yang diselenggarakan oleh koorporasi dan pemerintah. Dengan kondisi ini menggambarkan kinerja hotel di Jakarta semakin baik. (PIT)