Senin, 10/06/2013

Rasio Rent to Price Apartemen di Jakarta Cenderung Turun

-jktproperty.com
Share on: 550 Views
Rasio Rent to Price Apartemen di Jakarta Cenderung Turun

JAKARTA, jktproperty.com – Kenaikan harga jual apartemen yang lebih cepat dibandingkan dengan kenaikan tarif sewa apartemen di Jakarta memicu penurunan rent to price. Sementara pasok apartemen strata-title (kondominium) selama kuartal I-2013 menunjukkan kelebihan pasok dimana 1.400 unit kondominium yang dipasarkan belum terserap pasar.

Survei Properrti Komersial Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pasar apartemen sewa (leased apartment) di Jabodebek sepanjang kuartal I-2013 mengalami penambahan pasok sebesar 113 unit yang berasal dari dua proyek di kawasan non CBD Jakarta, yaitu Griya Midori Annex 3 (di kawasan Panglima Polim) serta Midtown Residence (di kawasan Fatmawati). Dengan penambahan ini, maka total pasokan kumulatif bertambah menjadi 12.030 unit, dimana sebagian besar (60,03%) berada di kawasan non-CBD.

Tingkat hunian mengalami penurunan sebesar -0,12% (qtq) menjadi 78,04%. Di iain sisi, kenaikan service charge akibat meningkatnya TTL, UMP, serta isu kenaikan harga BBM mendorong kenaikan tarif sewa sebesar 0,39% (qtq) menjadi sebesar Rp178.740 m2/bulan (bisa dilihat pada Grafik 5). Survei BI juga mengungkapkan adanya kenaikan harga jual yang lebin cepat dibandingkan kenaikan tarif sewa telah memicu rasio rent-to-price apartemen di Jakarta semakin menurun (bisa dilihat pada Grafik 6). Meningkatnya permintaan apartemen yang diimbangi oleh penambahan pasokan yang cukup signifikan mendorong tingkat penjualan unit kondominium pada Triwuian I-2013 relatif tetap sebesar 94,18%.

Terdapat kelebihan permintaan dibandingkan peningkatan pasokan apartemen sewa, yaitu rata-rata sebanyak 189 unit. Sementara itu peningkatan pasokan kondominium yang melebihi tingkat permintaannya, sehingga pada Triwulan I-2013 terdapat kelebihan pasokan yang belum terserap pasar sebanyak 1.400 unit.

Untuk apartemen jual pasokan kumulatif di Jakarta dan sekitarnya mengalami penambahan 928 unit di kawasan CBD, dan 6.140 unit di kawasan non-CBD. Dengan penambahan tersebut, maka total pasokan kumulatif kondominium pun bertambah menjadi 94.098 unit, atau meningkat sebesar 8,12% (qtq) dan 16,83% (yoy). Penambanan pasokan unit kondominium di Jakarta dan sekitarnya didorong olen permintaan apartemen jual yang cukup tinggi, sejalan dengan perubahan gaya hidup masyarakat kelas menengah yang semakin menyukai hidup di hunian vertikal dan keinginan para investor untuk berinvestasi di bidang properti, khususnya kondominium.

Meningkatnya permintaan ini mendorong kenaikan harga jual sebesar 4,67% (qtq) menjadi Rp18,3 juta/m2. Kenaikan harga jual yang lebin cepat dibandingkan kenaikan tarif sewa menyebabkan rasio rent-to-price apartemen di Jakarta semakin menurun(Grafik 6). Meningkatnya permintaan apartemen yang diimbangi oleh penambahan pasokan yang cukup signifikan mendorong tingkat penjualan unit kondominium pada kuartal I-2013 relatif tetap sebesar 94,18%. (EKA)