Rabu, 19/11/2014

Rakernas REI: Pelaku Bisnis Properti Masih Hadapi Banyak Kendala

-jktproperty.com
Share on: 727 Views
Rakernas REI: Pelaku Bisnis Properti Masih Hadapi Banyak Kendala
Foto: Ist
RAKERNAS REI: Terkait dengan pendanaan sektor perumah, REI mendesak pemerintah agar dapat segera mewujudkan Tabungan Wajib Perumahan yang bisa menyediakan dana-dana rumah berjangka panjang.

JAKARTA, jktproperty.com – Pelaku bisnis properti di Indonesia masih menghadapi banyak kendala, termasuk di dalamnya yang sampai kini dirasakan masih sangat menghambat adalah mahalnya biaya perizinan dan lamanya proses perizinan.

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Eddy Hussy mengatakan setidaknya REI mencatat ada tujuh kendala yang dihadapi pengusaha properti antara lain mahalnya biaya dan lamanya waktu pengurusan perizinan dan kepastian hukum pertanahan. “Urusan perizinan masih dihadapkan persyaratan yang rumit, beban biaya tinggi dan ketidakpastian jangka waktu perizinan,” ujarnya saat membuka Rakernas REI 2014 di Hotel Borobudur Jakarta, hari ini.

Menurut dia, pemerintah seharusnya memberikan kepastian hukum atas hak tanah dan mempermudah perizinan di sektor properti. “Saat ini tanah yang sudah dimiliki selama bertahun-tahun dengan gampang bisa digugat oleh pihak lain, oknum ataupun mafia tanah. Di samping itu, mengurus izinnya rumit, waktunya lama. Ini tentu costly bagi industri properti,” tambah eddy.

Untuk itu, pada Rakernas REI yang juga dihadiri Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono, Eddy atas nama REI meminta pemerintah membenahi soal perizinan dan soal hak atas tanah.

“Selain itu, ketersediaan lahan yang sangat minim, terutama di perkotaan, infrastruktur dan aspek pembiayaan juga menjadi salah satu kendala. Harga dasar tanah khususnya di perkotaan saat ini terus melambung, ketersediaannya pun semakin sulit. Kami juga meminta pemerintah bisa lebih banyak membangun infrastruktur dan penyedian utilitas. Dana yang digunakan untuk pembiayaan perumahan, sebagian besar bersumber dari dana-dana jangka pendek. Sementara pembiayaan KPR berjangka panjang, akibatnya masyarakat harus bayar bunga KPR yang tinggi, berkisar antara 10%-14%,” tuturnya.

Terkait dengan pendanaan sektor perumah, REI mendesak pemerintah agar dapat segera mewujudkan Tabungan Wajib Perumahan, yang bisa menyediakan dana-dana rumah berjangka panjang. Kendala lain yang dihadapi pengembangadalah ketersediaan KPR RST dan hunian berimbang. REI menuntut agar UU No.1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman serta Peraturan Menpera No.7 Tahun 2013 tentang hunian berimbang dapat dilaksanakan.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan rakyat, yang sudah merespon dengan baik tentang usulan kami melanjutkan pembiayaan KPR FLPP untuk rumah sejahtera. semoga pemerintah yang pro MBR terus berlanjut,” kata Eddy. (GUN)

  • nurul fazira

    FBS Indonesia Broker Terbaik – Dapatkan Banyak Kelebihan Trading Bersama FBS,bergabung sekarang juga dengan kami trading forex fbsindonesia.co.id
    ——–
    Kelebihan Broker Forex FBS
    1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
    2. SPREAD DIMULAI DARI 0 Dan
    3. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANK LOKAL Indonesia dan banyak lagi yang lainya

    Buka akun anda di fbsindonesia.co.id
    ——–
    Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :

    Tlp : 085364558922
    BBM : FBSID007