Kamis, 27/06/2019

Punya Aset Recurring Income Rp25 Triliun, Ciputra Incar REITs

-jktproperty.com
Share on: Facebook 1091 Views
Punya Aset <em>Recurring Income</em> Rp25 Triliun, Ciputra Incar REITs
Ilustrasi
CIPUTRA TERBITKAN REITS: Memiliki aset recurring income mencapai Rp25 triliun, emiten PT Ciputra Development Tbk mengincar menerbitkan kontrak investasi kolektif dana investasi real estat (KIK-DIRE) atau real estat investment trusts (REITs) yang potensi nilainya mencapai Rp8 triliun. Perseroan merencanakan menerbitkan KIK-DIRE senilai Rp6 triliun dari potensi Rp8 triliun untuk pengembangan proyek-proyek yang tengah dikerjakan.

JAKARTA, jktproperty.com – Memiliki aset recurring income mencapai Rp25 triliun, emiten PT Ciputra Development Tbk mengincar menerbitkan kontrak investasi kolektif dana investasi real estat (KIK-DIRE) atau real estat investment trusts (REITs) yang potensi nilainya mencapai Rp8 triliun. Perseroan merencanakan menerbitkan KIK-DIRE senilai Rp6 triliun dari potensi Rp8 triliun untuk pengembangan proyek-proyek yang tengah dikerjakan.

Direktur PT Ciputra Development Tbk Artadinata Djangkar mengatakan, dengan penerbitan KIK-DIRE tersebut aset-aset pendapatan berulang atau recurring income yang mereka miliki, nilainya bisa meningkat. Saat ini aset recurring income mencapai Rp25 triliun dengan aset yang berpotensi untuk dimasukkan ke dalam DIRE senilai Rp8 triliun.

Namun, dia belum bisa memastikan kapan Ciputra akan menerbitkan instrumen tersebut karena masih melihat kondisi pasar. “Pasar saat ini belum akrab dengan instrumen tersebut sehingga diperkirakan belum banyak investor yang tertarik untuk menyerapnya,” ujarnya pada RUPS perseroan di Jakarta, Rabu (26/6).

Dia memastikan, realisasi penerbitannya tidak tahun ini meski tidak memberi sinyal juga bakal menerbitkan tahun depan atau tidak. Untuk itu, dia mengatakan, bakal melihat kondisi pasar dari perusahaan-perusahaan lain dalam rangka menerbitkan KIK-DIRE ini, sehingga perusahannya mampu melihat respons pasar terhadap instrumen tersebut. Selain mengamati pasar, dia juga tengah menanti suku bunga yang lebih murah untuk menjalankan rencana tersebut.

Hingga saat ini, baru ada satu perusahaan yang menerbitkan instrumen KIK-DIRE, yaitu PT Ciptadana Asset Management. Ciptadana Asset Management pertama kali menerbitkan instrumen ini pada 2012 dengan aset portofolio Solo Grand Mall, dan instrumen kedua dirilis akhir Januari 2019 dengan aset portofolio Hotel Padjadjaran Suites. Namun, PT Sinarmas Asset Management dikabarkan juga akan segera meluncurkan instrumen investasi ini dengan nilai total sebesar Rp 10,4 triliun. Aset portofolio yang akan dijaminkan yaitu Plaza Indonesia.

DIRE dapat diartikan sebagai kumpulan dana investor yang akan diinvestasikan ke aset properti baik secara langsung dengan membeli gedung maupun tidak langsung dengan membeli saham obligasi perusahaan properti. Instrumen ini memiliki kewajiban untuk menginvestasikan minimal 80% dana kelolaannya ke properti di mana 50%-nya harus berbentuk aset real estate langsung. Penerbitan DIRE di Indonesia bisa dibilang masih sepi ketimbang dengan instrumen investasi KIK jenis lainnya. (EKA)