Selasa, 16/04/2013

Prospek Ritel Sewa Lebih Bagus Dibandingkan Strata-Title

-jktproperty.com
Share on: 526 Views
Prospek Ritel Sewa Lebih Bagus Dibandingkan Strata-Title

JAKARTA, jktproperty.com – Prospek ruang ritel di mal yang disewakan kepada tenant jauh lebih baik dibandingkan ruang ritel strata-title. Hal itu tercermin dari tren investor yang cenderung memilih ruang usaha di mal dengan pola sewa dibandingkan strata-title. Sementara suplai ruang ritel di Jakarta saat ini didominasi ruang ritel sewa.

Senior Manager Research and Advisory Cushman & Wikefield Indonesia Soany Gunawan mengatakan kondisi pusat perbelanjaan strata-tittle hingga saat ini belum membaik. “Investor lebih memilih ruang ritel yang disewakan dibandingkan yang dijual. Alasannya, dengan sistem sewa merekatidak harus repot-repot me-manage propertinya karena ada manajemen yang akan urus. Trennya dalam beberapa waktu ke depan memang ke sana, lebih ke ritel sewa,” katanya.

Dia mengatakan selama kuartal I-2013, terdapat total 3.840.800 m2 ruang ritel di Jakarta, dimana 70,3% atau mayoritas di antaranya atau sekira 2.698.700 m2 merupakan pusat perbelanjaan sewa. Sisanya, 29,7% atau 1.142.100 m2 adalah perbelanjaan strata-tittle. Dia mengatakan selama kuartal lalu terdapat tambahan pasok ruang ritel dari Pondok Indah Mall I di Jakarta Selatan. “Kawasan Jakarta Selatan merupakan wilayah yang memiliki pusat berbelanjaan terbanyak jika dilihat dari luas ruang ritelnya, yakni 852.400 m2 atau 22,2% dari total pasokan,” tuturnya.

Setelah Jakarta Selatan mal terbanyak ada di kawasan central business district (CBD) Jakarta, yakni sebesar 811.000 m2 atau 21,1%; disusul Jakarta Utara sebanyak 19,8% (758.900 m2); Jakarta Barat 17,2% (660.400 m2); Jakarta Pusat 11,7% (448.400 m2); dan Jakarta Timur 8,1% (309.600 m2).

Mengenai okupansi mal di Jakarta, dia mengatakan hingga akhir Maret 2013 terlihat stabil dan hanya terjadi sedikit kenaikan sebesar 0,6% dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Sementara ruang kosong (belum terisi) di pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta saat ini mencapai 708.800 m2. Cushman & Wakefield juga mengungkapkan terdapat sedikit aktivitas sewa karena terbatasnya pasokan baru. Hanya ada beberapa penyewa besar dan ritel yang buka dan meningkatkan tingkat hunian di pusat perbelanjaan yang sudah terbangun. “Sampai akhir tahun ini diperkirakan akan masuk lagi 257.700 m2 ruang ritel baru ke pasar,” kata Soany. (LEO)