Selasa, 07/01/2014

Properti Masuk Babak Perlambatan, Saatnya Beli Properti

-jktproperty.com
Share on: 494 Views
Properti Masuk Babak Perlambatan, Saatnya Beli Properti

JAKARTA, jktproperty.com – Konsultan properti mengungkapkan tahun ini sektor properti Indonesia akan memasuki babak perlambatan (slowing down) terkait dengan akan diselenggarakannya pemilihan umum legislatif dan pemilihan umum presiden pertengahan tahun. Semester I 2014 juga disebut-sebut menjadi periode yang tepat bagi investor untuk memborong properti. “Pasca Pemilu Legislatif dan Pilpres, dipastikan sektor properti akan kembali naik. Kami melihat bahwa di enam bulan pertama tahun ini adalah saat yang tepat bagi investor untuk membeli properti,” ujar Ferry Salanto, Associate Director Research Colliers International Indonesia.

Dia mengatakan sifat investasi properti merupakan investasi jangka panjang lima sampai sepuluh tahun yang memungkinkan terjadinya pertumbuhan harga sesuai ekspektasi jika situasi pasar berangsur normal kembali. “Harga penawaran di pasar primer juga terlihat lebih kompetitif sebagai akibat dari perlambatan permintaan yang disebabkan kenaikan suku bunga dan juga ketidakpastian nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS. Pengembang saat ini tidak memiliki opsi untuk menaikkan harga propertinya, sewa maupun jual, seperti yang mereka lakukan pada 2011 hingga awal 2013,” katanya.

Lebih lanjut Ferry mengatakan pengembang juga akan sangat berhati-hati dan lebih konservatif karena fokus perhatian mereka tidak lagi kepada pencapaian tingkat penjualan setinggi-tingginya, melainkan konsolidasi, dan menyelesaikan proyek yang sudah dimulai tahun sebelumnya.”Penundaan proyek properti bahkan mungkin saja terjadi pada periode ini apalagi proyek properti yang terkait dengan volatilitas Rupiah atau mengandung komponen impor,” tuturnya.

Mengenai properti jenis apa saja yang layak dijadikan investasi, Ferry mengatakan perkantoran saat ini merupakan pilihan paling menarik. “Berdasarkan data yang ada, sekarang ini sudah ada lima gedung perkantoran yang disewakan dan dijual dengan harga lebih rendah ketimbang tahun lalu. Dari sisi investasi, ini sangat menguntungkan,” katanya.

Selain perkantoran, kondominium juga perlu dilirik. Beberapa pengembang kondominium seperti PT Jababeka Tbk, PT Hutama Karya Realtindo, dan PT Margahayu Land juga diketahui menurunkan harga jualnya sebagai antisipasi perlambatan yang terjadi di sektor properti. (EKA)