Minggu, 06/04/2014

Properti Manado Melesat, Pengembang Didesak Peduli

-jktproperty.com
Share on: 651 Views
Properti Manado Melesat, Pengembang Didesak Peduli

JAKARTA, jktproperty.com – Pertumbuhan sektor properti di Manado, menurut survei Bank Indonesia, menunjukkan geliat yang menakjubkan. Manado diproyeksikan menjadi kota yang memiliki kenaikan indeks harga properti residensial tertinggi di luar Jawa, yakni sebesar 25% pada triwulan I-2014. Pengembang pun diminta lebih peduli terhadap aspek lingkungan.

Meski menggeliat, sebagian kalangan merisaukan perkembangan sektor properti di Manado, mengingat sebagian besar properti yang dibangun di kota ini berada di wilayah perbukitan yang selama ini menjadi daerah resapan air dan melindungi kota Manado dari bencana banjir bandang.

“Semua perbukitan ditumbuhi pohon rindang. Pohon-pohon itu ditebang saat devoloper mulai meratakan perbukitan untuk dibangun properti. Jadi saat hujan turun beberapa jam, Manado selalu tergenang  banjir, banjir bandang pun sulit untuk dielakkan,” kata Kamilus dari Forum Pemuda Peduli Manado (FPPM).

Menurut dia, sektor properti merupakan penyumbang terbesar  banjir di Manado. “Selain alasan di atas, hampir semua developer tidak memperhatikan pembuangan saluran air.  Perhatikan saja perumahan yang ada di Manado, rata-rata saluran pembuangannya tidak becus,” katanya.

Dia mengharapkan Pemerintah Kota (Pemkot ) Manado lebih selektif lagi memberikan izin kepada para pengembang.  “Kalau permintaannya di wilayah serapan air, ya jangan diberi izin,” ungkapnya.

Kamilus juga menghimbau agar pengembang mau mengeluarkan dana corporate social responsibility (CSR) untuk  kegiatan sosial, terutama saat banjir  terjadi.   “Sepengatahuan kami hanya satu pengembang yang buka posko bencana banjir.  Pengembang itu justru baru memulai proyeknya. Sementara  yang sudah menikmati hasil, terkesan tidak mau peduli,” ujarnya.