Kamis, 06/02/2014

Potensi Permintaan Besar, Pasok Lahan Industri di Jabodetabek Stagnan

-jktproperty.com
Share on: 784 Views
Potensi Permintaan Besar, Pasok Lahan Industri di Jabodetabek Stagnan

JAKARTA, jktproperty.com – Meskipun potensi permintaan lahan industri di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) cukup besar, namun pasok lahan industri di kawasan ini selama kuartal IV-2013 terlihat stagnan. Akibatnya harga jual dan harga sewa lahan industri di kawasan ini mengalami peningkatan.

Riset Properti Komersial Bank Indonesia yang bulan ini dipublikasikan mengungkapkan kebutuhan lahan industri di wilayah Jabodetabek diperkirakan masih cukup besar, namun pasok lahan industri sangat langka dan cenderung stagnasi. Data Bank Indonesia mengungkapkan pasokan lahan industri di wilayah Jaboadebek dan Banten cenderung stagnan masing-masing sebesar 6.771 hektar dan 5.418 hektar. Dari total pasokan kumulatif tersebut, sebagian besar dipasok oleh kawasan industri strata title sebesar 68,5% dan sisanya merupakan kawasan industri sewa.

Survei BI juga menyebutkan kebutuhan lahan industri masih besar seiring peningkatan penjualan yang masih besar. Di Jabodebek, tingkat penjualan lahan industri pada kuartal terakhir 2013 mencapai 0,11% dibandingkan kuartal sebelumnya dan meningkat 6,77% dibandingkan kuartal yang sama 2012.

Sementara itu Banten mencatat peningkatan per kuartal 2,07% atau tumbuh 10,81% dibandingkan kuartal IV 2012 . Kebutuhan lahan industri di wilayah ini masih cukup besar sebagaimana terindikasi dari tingkat penjualan dan penyerapan lahan industri yang meningkat terutama di Banten sebesar 2,07% per kuartal. Sementara itu BI juga mengungkapkan harga jual lahan industri di Jabodebek dan Banten mengalami peningkatan per kuartal masing-masing sebesar 5,37% dan 5,99%. Harga sewa lahan industri pun meningkat sebesar 0,86% di wilayah Jabodetabek dan sebesar 4,96% di wilayah Banten bila dibandingkan kuartal III 2013.

Sebelumnya Himpunan Kawasan Industri (HKI) mengungkapkan siap memenuhi lonjakan permintaan lahan industri bila rencana pemerintah menargetkan penggunaan 100% komponen lokal bagi mobil murah dan ramah lingkungan (low-cost green car/LCGC) dalam lima tahun ke direalisasikan. ‚ÄúPengembang kawasan industri optimistis dapat memenuhi permintaan lahan itu,” ujar Ketua Himpunan Kawasan Industri Sanny Iskandar.

Menurut dia, lahan KI di Karawang masih bisa menampung demand lahan KI tersebut. Selain itu kawasan industri di Jawa Timur juga dipersiapkan untuk menghadapi lonjakan permintaan. “Tahun ini kami perkirakan permintaan lahan industri akan bertambah dari komponen otomotif, industri elektronik, kimia dan consumer good mencapai 800 hektar-1.000 hektar,” tuturnya. (GUN)