Kamis, 08/11/2012

PLN Siapkan Aset Tanah Tak Produktif untuk Rusunami

-jktproperty.com
Share on: 429 Views
PLN Siapkan Aset Tanah Tak Produktif untuk Rusunami

JAKARTA: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengungkapkan akan mendukung program pemerintah dalam pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) di beberapa kota di Indonesia dengan cara menyediakan lahan berupa aset tanah tak produktif yang saat ini ditaksir luasnya mencapai 500 hektar.

Penegasan tersebut diungkapkan Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji usai menandatangani naskah kerjasama dengan Kementerian Perumahan Rakyat di Jakarta hari ini. “Bagi PLN kerjasama ini merupakan terobosan setelah lima tahun mempersiapkannya,” katanya.

Peruntukan rusunami yang memanfaatkan tanah milik PLN itu nantinya tidak dibatasi untuk karyawan PLN melainkan masyarakat umum karena mereka juga perlu mendapatkan hunian layak. Untuk tahap awal kerjasama PLN-Kementerian Perumahan Rakyat, akan difokuskan di Jakarta dengan mengembangkan lahan seluas 5.000 m2 di kawasan Karet, Sudirman, Jakarta Pusat. “Konstruksinya akan dimulai tahun depan dengan luas satuan rusunami maksimal 36 m2,” ujar Pamudji.

Sementara itu Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan pembangunan rusunami di lahan milik PT PLN akan melibatkan pengembang yang tergabung dalam Real Estat Indonesia. Khusus intuk proyek rusunami di kawasan Karet, dia mengatakan dengan luas 5.000 m2 dapat dibangun tiga menara, masing-masing setinggi 24 lantai atau 240 unit.

Dalam naskah kerjasama PLN-Kementerian Perumahan Rakyat, apartemen sederhana itu akan dibangun di Jakarta, Semarang, Bandung dan Surabaya. Lahannya akan menggunakan aset PLN yang selama ini belum dimanfaatkan. “Kami akan terus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, terutama BUMN guna memanfaatkan tanah-tanah yang mereka miliki untuk dibangun menjadi rusunami,” tutur Djan Faridz.

Menurut data yang ada PLN mempunyai aset tidak produktif berupa tanah yang luasnya mencapai 500 hektar dan tersebar di seluruh Indonesia. Pihak PLN sebelumnya juga mengungkapkan akan menyewakan aset tanah miliknya itu kepada swasta atau BUMN lain.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sebelumnya memberi peringatan keras kepada BUMN yang memiliki banyak aset tidak produktif yang nilainya ditaksir mencapai Rp2.500 triliun. Dahlan menyebutkan lima besar BUMN yang asetnya banyak tidak produktif masing-masing adalah PT Pertamina, PTPN, PT PLN, PT KAI, dan Bulog. Dahlan menyerahkan kepengurusan aset itu ke masing-masing BUMN. (PIT)