Selasa, 01/07/2014

Phoenix Towers, Keseimbangan “Tradisi” dan “Kecanggihan Teknologi”

-jktproperty.com
Share on: 1026 Views
Phoenix Towers, Keseimbangan “Tradisi” dan “Kecanggihan Teknologi”
Artist impression: worldarchitecturenews.com
PHOENIX TOWERS: Chetwoods berhasil menggabungkan fitur teknologi canggih dengan tradisi China yang mengakar kuat melalui Phoenix Towers. Proyek gigantis ini merespon keinginan untuk gaya arsitektur yang benar-benar mencerminkan identitas China.

JAKARTA, jktproperty.com – Sebentar lagi masyarakat Cina akan memiliki ikon baru yang membanggakan. Kali ini, kebanggaanya bukan pada kecanggihan teknologi yang selalu dielu-elukan namun pada sebuah menara yang bisa merepresentasikan keagungan kebudayaan China. Namanya Phoenix Tower, diusung oleh sebuah perusahaan pengembang properti China, Hoayan Group yang menggandeng perusahaan arsitek Chetwoods asal Inggris dalam desainnya.

Menurut rencana Hoayan Group, Phoenix Tower digadang-gadang akan menjadi menara tertinggi di dunia, 1.000 meter, yang akan menandingi ketinggian Kingdom Tower yang juga tengah digarap biro arsitek Adrian Smith & Gordon Gill dan akan menjadi kebanggaan masyarakat Jeddah, Saudi Arabia.

Menara yang terletak ditanah seluar 47 hektar ini akan menjadi simbol identitas bagi mereka. Yang menjadi unik, Phoenix Tower mengekstraksikan identitas mereka dalam balutan fitur-fitur canggih dalam yang disediakan.

Phoenix Tower memilki dua menara, yakni Feng dan Huang. Masing-masing menara memiliki keunikan tersendiri di mana keduanya saling menggantungkan seperti konsep “yin dan yang” tentang keseimbangan. Meskipun masing-masing menara mempunyai karakter berbeda, namun kedua tetap saling menguat dan saling menjadi penyangga seperti konsep keseimbangan yang diusungnya.

‘Feng Tower’ misalnya, mempunyai karektaristik yang mengarah pada orientasi komersial, sementera pada menara yang lain ‘Huang Tower’ akan mengedepankan usaha pelestarian budaya dan destinasi wisata budaya masyakat kota. Barangkali, Phoenix Tower menjadi menara pertama yang mampu merefresentasikan kebudayaannya melalui bangunan arsitektur. Di sini, kita diperlihatkan sebuah desain arsitektur yang mampu menggabungkan dua nilai, antara yang lama berupa “tradisi” dan baru berupa “ kecanggihan teknologi”.

Biro arsitek Chetwoods yang menggarap Phoenix Towers tampaknya berhasil menggabungkan fitur teknologi canggih dengan tradisi China yang mengakar sangat kuat. Selain itu, desain arsitektur Phoenix Tower juga akan menjadi proyek yang dinilai mengedepankan pelestarian lingkungan. Sehingga ke depan, ancaman lingkungan yang dihadapi oleh negeri itu mampu teratasi dengan memberi perhatian yang baik. (ARM)