Rabu, 29/04/2015

Perumnas Bangun 5.400 Unit Rusunami di Cengkareng

-jktproperty.com
Share on: 2046 Views
Perumnas Bangun 5.400 Unit Rusunami di Cengkareng
Foto: Perum Perumnas
RUSUNAMI PERUMNAS: Rusunami di Cengkareng sebanyak 18 tower setinggi 24 lantai yang akan dibangun di atas lahan milik Perumnas seluas 4 hektar. Pembangunan rusunami dengan nilai investasi sekitar Rp1,5 triliun itu untuk membantu penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di DKI Jakarta.

JAKARTA, jktproperty.com – Perum Perumnas hari ini melakukan peletakan batu pertama pembangunan 5.400 unit rumah susun sederhana milik (rusunami) di Cengkareng, Jakarta Barat.

Menurut Direktur Utama Perumnas Himawan Arief Sugoto pembangunan rusunami itu dapat langsung dikerjakan, menyusul telah diperolehnya izin dari Pemprov DKI Jakarta melalui penandatanganan nota kesepahaman yang ditandatangani kedua belah pihak pekan ini.

“Proyek ini  merupakan bagian dari program pembangunan 1 juta rumah di Indonesia yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo hari ini,” katanya.

Rusunami di Cengkareng sebanyak 18 tower setinggi 24 lantai yang akan dibangun di atas lahan milik Perumnas seluas 4 hektar. Pembangunan rusunami dengan nilai investasi sekitar Rp1,5 triliun itu untuk membantu penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di DKI Jakarta. Tiap unit tersebut merupakan rumah tipe 36 dan bisa dapatkan dengan harga sekitar Rp330 juta/unit.

Perumnas akan melengkapi rusunami itu dengan sarana umum seperti apotek dan fasilitas penunjang lainnya. Namun demikian, pihaknya juga akan memperhatikan pendistribusian hunian agar tidak sampai jatuh ke tangan yang tidak berhak, seperti dengan cara penyamaan alamat pada kartu tanda penduduk (KTP) dengan tempat tinggal di rusun.

Kejelasan identitas calon penghuni tersebut menjadi salah satu permintaan utama Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama kepada Perumnas apabila serius ingin mendapatkan izin pembangunan rusunami di Ibu Kota.

Pihaknya pun mengaku siap untuk menjalankan syarat yang diajukan Ahok – sapaan akrab Gubernur Basuki tersebut. Bahkan, dirinya memastikan tidak akan menjual unit rusun kepada segelintir investor spekulan.

“Kami akan seleksi mana yang betul-betul atas dasar kebutuhan. Yang mau tinggal harus memenuhi persyaratan seperti memiliki KTP di DKI. Hal ini untuk menunjukkan bahwa mereka bukan investor,” ujarnya. (GUN)