Selasa, 19/02/2013

Pertumbuhan Ritel Sewa Selama Triwulan IV-2012 Lambat

-jktproperty.com
Share on: 426 Views
Pertumbuhan Ritel Sewa Selama Triwulan IV-2012 Lambat

JAKARTA, jktproperty.com – Pertumbuhan ruang ritel sewa pada triwulan IV-2012 terlihat relatif lambat. Hal itu terlihat dari beberapa indikatornya yang meningkat secara perlahan. Sementara tingginya permintaan ruang ritel dan pasok yang lambat masuk ke pasar mendorong okupansi ruang ritel di Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi mengalami peningkatan.

Tarif sewa dan harga jual juga mengalami kenaikan. Khusus untuk wilayah Banten, perkembangan positif terjadi pada semua komponen kecuali pasokan ritel jual yang masih stagnan, demikian hasil survei properti komersial yang dipublikasikan Bank Indonesia.

Pasok ruang ritel ke pasar yang relatif lambat telah mendorong kenaikan tingkat hunian dan penjualan yang juga diikuti oleh kenaikan tarif sewa dan harga jual. Selama triwulan IV-2012, terlihat bahwa kebutuhan akan ruang ritel di Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi mengalami peningkatan cukup pesat, tercermin dari besarnya transaksi penyewaan atau penjualan dibandingkan peningkatan pasokan.

Secara rata-rata, excess demand yang terjadi selama 2010-2012 untuk ritel sewa adalah sebesar 41.477 m2, sedangkan untuk ritel jual sebesar 25.952 m2. Pada 2010 peningkatan pasok masih lebih besar dibandingkan transaksi penyewaan atau penjualan. Namun sejak 2011, kebutuhan akan ruang ritel (sewa dan beli) meningkat cukup pesat, melebihi peningkatan pasokan. Peningkatan pasok secara tahunan yang diikuti dengan permintaan yang lebih besar mendorong kenaikan tingkat hunian.

Ritel Sewa

Pertumbuhan ruang ritel sewa pada triwulan IV-2012 juga terlihat relatif lambat. Hal itu terlihat dari beberapa indikatornya yang meningkat secara perlahan. Pada periode tersebut jumlah pasokan ruang ritel sewa tetap seperti triwulan sebelumnya, yakni sebesar 3.763.074 m2.

Kondisi serupa terjadi pula pada tingkat huniandan tarif sewa, yang secara triwulanan hanya mengalami peningkatan masing-masing sebesar 2,64% dan 3,78%. Khusus untuk tarif sewa, peningkatannya lebih didorong karena kenaikan service charge sebesar 9,86% (qtq).

Namun pada periode mendatang, kenaikan tarif sewa diperkirakan tidak dapat dihindari lagi mengingat terbatasnya pasokan serta antisipasi terhadap kenaikan upah buruh dan tarif dasar listrik. (PIT)