Rabu, 29/05/2013

Pertumbuhan Properti Kuartal I-2013 Cenderung Positif

-jktproperty.com
Share on: 377 Views
Pertumbuhan Properti Kuartal I-2013 Cenderung Positif

JAKARTA, jktproperty.com: Survei Properti Komersial Bank Indonesia (BI) Kuartal I-2013 memperlihatkan bahwa seluruh sektor properti di Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) dan Banten memperlihatkan pertumbuhan positif. Hal ini, seperti diungkapkan BI, terjadi karena kondisi ekonomi makro nasional yang cukup stabil yang ditunjang terus membaiknya daya beli masyarakat.

Di sektor perkantoran misalnya, pada triwulan I-2013 di Jabodebek mengalami perkembangan positif yang tercermin dari adanya kenaikan tingkat hunian (okupansi), penjualan,tarif sewa dan harga jual. Tarif sewa dan harga jual meningkat masing-masing 4,89% (qtq) dan 6,45% (qtq) menjadi Rp192.222/m2/bulan dan Rp25,56juta/m2. Perkembangan positif juga terjadi pada pasar properti ritel. Pusat perbelanjaan di Jabodebek dan Banten mengalami peningkatan permintaan sehingga mendorong kenaikan harga jual dan harga sewa. Sementara pasokan pusat perbelanjaan cenderung tidak mengalami perubahan dibandingkan kuartal IV-2012.

Untuk apartemen, masih tingginya permintaan konsumen mendorong kenaikan pasokan dan harga jual apartemen di Jabodebek yang masing-masing meningkat sebesar 8,12% (qtq) dan 4,67% (qtq). Di Banten jumlah pasokan apartemen malah tumbuh signifikan (34,82%; qtq). Untuk hotel, sepanjang kuartal I-2013 pasokan hotel berbintang di kawasan Jabodebek hanya tumbuh 0,33% (qtq), sementara di kawasan Banten belum mengalami perubahan dari triwulan sebelumnya. Telah berakhirnya musim liburan dan baru mulainya kegiatan bisnis di awal tahun menyebabkan tingkat hunian hotel di Jabodebek dan Banten hanya tumbuh masing-masing sebesar 3,93% (qtq) dan 1,05% (qtq).

Sementara itu pasar kawasan industri (KI) juga memperlihatkan pertumbuhan positif menyusul besarnya minat investor mengembangkan usahanya di Indonesia. Tingginya minat investor itu mendorong kenaikan harga lahan industri di wilayah Jabodebek dan Banten. Secara tahunan, harga jual lahan industri mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu mencapai 65,33% untuk Jabodebek dan 45,28% untuk Banten. (EKA)