Kamis, 20/11/2014

Permudah Sertifikasi Tanah Debitur, BTN Gandeng Kementerian Agraria

-jktproperty.com
Share on: Facebook 693 Views
Permudah Sertifikasi Tanah Debitur, BTN Gandeng Kementerian Agraria
Foto: Istimewa
SERTIFIKASI TANAH: Bank BTN menjalin kerjasama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang dalam penyelesaian dokumen pokok kredit yang menjadi jantung bisnis perseroan. Kerjasama diarahkan dalam percepatan penyelesaian sertifikat rumah sebagai jaminan kredit yang harus dipegang oleh masyarakat sebagai debitur.

JAKARTA, jktproperty.com – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) melakukan terobosan dengan menggandeng Kementerian Agraria dan Tata Ruang untuk mempermudah keluarnya izin sertifikasi tanah bagi nasabah yang memanfaatkan fasilitas KPR BTN.

Dirut Bank BTN Maryono mengatakan kerjasama ini diharapkan dapat memangkas waktu penyelesaian dokumen pokok kredit berupa sertifikat tanah yang menjadi jaminan hukum bagi masyarakat sebagai debitur. “Ini terobosan baru dalam pembiayaan perumahan. Selama ini dokumen sertifikat tanah selalu menjadi kendala dalam bisnis perumahan. Dengan kerjasama ini diharapkan tidak ada lagi kendala dalam hal sertifikasi tanah bagi debitur yang memanfaatkan fasilitas KPR BTN,” ujarnya¬†usai menandatangani MOU dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursydan Baldan di Jakarta.

Dia mengatakan pihaknya optimistis kerjasama ini akan berdampak positif bagi bisnis pembiayaan perumahan ke depan. Selanjutnya, bagi masyarakat sendiri, akan terjamin keamanan dalam memanfaatkan fasilitas KPR BTN.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursydan Baldan di tempat yang sama mengungkapkan, kerja sama ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memberikan kemudahan kepada rakyatnya dalam memiliki sertifikat tanah. “BTN selama ini merupakan bank yang sangat concern terhadap perumahan rakyat dan ini bagus terutama dalam hal pelayanan sertifikat tanah untuk rakyat,” katanya.

BTN akan tetap fokus pada bisnis pembiayaan perumahan. Potensi perumahan masih sangat besar dan BTN sebagai bank fokus dapat memiliki portfolio pembiayaan perumahan hingga 85%. Sementara bank umum terkendala regulasi karena portofolio mereka maksimal hanya 20% di KPR. Sedangkan BTN adalah bank khusus, jadi tidak dibatasi. Karena potensi bisnis dan perannya yang sangat besar, Bank BTN akan menjadi besar sebagai mortgage bank di Indonesia.

Bank BTN masih menjadi pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia dengan penguasaan pangsa pasar total KPR sebesar 24%. Sedangkan untuk segmen KPR subsidi, peran Bank BTN sangat dominan dengan menguasai pangsa pasar lebih dari 95% dari total penyaluran FLPP tahun 2011, 2012 dan 2013. Secara kumulatif, Bank BTN telah memberikan KPR kepada lebih dari 3,5 juta orang di seluruh Indonesia. (DHP)