Kamis, 13/12/2012

Permintaan Tinggi Dorong Perkantoran Dominasi Pasar Properti 2013

-jktproperty.com
Share on: 356 Views
Permintaan Tinggi Dorong Perkantoran Dominasi Pasar Properti 2013

JAKARTA: Konsultan properti Cushman & Wakefield Indonesia mengungkapkan tingginya permintaan akan ruang kantor tahun depan yang merupakan kelanjutan dari derasnya arus permintaan ruang kantor dalam setahun terakhir ini, akan mendorong pasar perkantoran mendominasi pasar properti 2013.

“Meskipun pertumbuhannya mulai melambat, dibandingkan dengan subsektor properti lainnya, pasar perkantoran memang akan terus mendominasi pasar properti tahun depan,” ujar Arief Rahardjo, Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia saat memaparkan Jakarta Property Market Review 2012 & Forecast 2013.

Dia mengatakan selama 2012 penyerapan ruang kantor di CBD Jakarta mencapai 350.000 m2 atau 5,4% lebih tinggi dibandingkan 2011. Tiga transaksi utama yang dicatat Cushman & Wakefield diperoleh dari 10.000 m2 di The City Center oleh perusahaan perminyakan dan gas, kemudian 8.000 m2 di Ciputra World Tower 1 oleh perbankan nasional dan 6.000 m2 lainnya di perkantoran 88 Kasablanka oleh perusahaan teknologi komunikasi.

“Penyerapan sebesar itu [350.000 m2] merupakan rekor baru penyerapan tahunan pasar perkantoran di CBD Jakarta, sementara tingkat hunian naik menjadi 92,9% yang tercatat merupakan tingkat hunian tertinggi sejak 1990,” kata Arief.

Perkantoran Grade C mencatat okupansi tertinggi di pasar perkantoran CBD Jakarta, yakni sebesar 96,4% diikuti perkantoran Grade B dan Grade A masing-masing sebesar 93,9% dan 91,9%. Mengenai harga sewa rata-rata, Arief mengatakan terjadi kenaikan rata-rata naik 30,1% atau dari Rp165.960 per bulan di Desember 2011. Selama kuartal IV-2012 harga sewa gross rata-rata naik 4,7% menjadi Rp215.900 per m2 per bulan. Untuk harga jual, berada pada kisaran Rp31 juta per m2 atau naik sebesar 37,3% dibandingkan tahun sebelumnya

Menurut dia, sektor lain seperti pusat perbelanjaan, hotel, perumahan, dan lahan industri juga akan mengalami pertumbuhan yang positif. “Hanya kondominium dan service apartment yang sedikit mengalami koreksi tingkat penjualan maupun okupansi,” katanya.

Tingginya permintaan ruang perkantoran di Jakarta, demikian Arief, lebih disebabkan karena dinamisnya pertumbuhan ekonomi dan kegiatan bisnis di Indonesia tahun depan, dimana akan terjadi ekspansi usaha yang membutuhkan space kantor baru, tak hanya di kawasan pusat bisnis Jakarta, melainkan juga di kawasan-kawasan sekunder.

“Suplai ruang perkantoran yang masuk ke pasar tahun depan memang cukup banyak dan kompetisi antargedung perkantoran sangat tinggi. Tapi supply ini dibarengi dengan demand yang tinggi juga,” tuturnya.

Sekto perbankan, asuransi, dan sektor yang terkait dengan keuangan, minyak dan gas, consumer goods serta perdagangan merupakan sektor-sektor usaha yang memberikan kontribusi sangat besar terhadap permintaan ruang perkantoran di Jakarta.

Cushman & Wakefield Indonesia mengungkapkan pada akhir kuartal IV-2012 suplai kumulatif perkantoran di Jakarta, baik sewa maupun strata title di CBD dan non-CBD, mencapai 8,96 juta m2. Tingkat okupansi kantor sewa mencapai 92,9% untuk area CBD dan 89,9% di non-CBD. Sedangkan untuk ruang kantor strata title tingkat penjualannya mencapai angka 88,6%.”Untuk tarif sewa, tahun depan akan ada kenaikan akibat meningkatnya tarif utilitas, terutama kenaikan tarif dasar listrik,” tuturnya. (GUN)