Senin, 05/11/2012

Permintaan Tinggi, 30% Ruang Kantor 18 Office Park Sudah Terserap Pasar

-jktproperty.com
Share on: 449 Views
Permintaan Tinggi, 30% Ruang Kantor 18 Office Park Sudah Terserap Pasar

JAKARTA: PT Kalma Propertindo Jaya mengungkapkan penjualan ruang kantor 18 Office Park tower A, strata-title office, telah mencapai 30% pada saat proyek perkantoran ini memasuki tahap ground breaking kemarin. Pengembang juga optimistis seluruh ruang kantor yang dipasarkan terserap pasar mengingat demand perkantoran di koridor TB Simatupang Jakarta sangat tinggi.

“Pembelian pre-commitment 18 Office Park sampai hari ini sudah mencapai 30% dan kami optimistis seluruhnya bisa terserap pasar dalam waktu dekat. Permintaan ruang perkantoran di kawasan ini saya kira masih sangat tinggi,” kata Zahir Ali, Direktur PT Kalma Propertindo Jaya kepada wartawan usai acara ground breaking 18 Office Park di Jakarta kemarin.

Dia mengatakan pembangunan proyek perkantoran strata-title dan sewa ini menelan investasi keseluruhan US$95 juta dengan komposisi 40% menggunakan kas internal dan 60% didanai bank. “Untuk pembangunan proyeknya menelan investasi US&75 juta dan US$20 juta untuk pembelian lahan,” ujar Zahir.

18 Office Park dibangun di atas lahan seluas 1,23 hektar yang terdiri dari dua tower perkantoran. Pembangunan tower A direncanakan selesai pada kuartal III-2014 dan akan diikuti dengan pembangunan tower B, yakni perkantoran sewa. Untuk harga jual ruang perkantoran 18 Office Park, sebelum ground breaking senilai Rp18,5 juta per m2 dan saat ini telah dibanderol mencapai Rp20 juta per m2.

Sementara itu Senior Associate Director Colliers Indonesia Ricky Tarore mengatakan pada periode 2012-2014 setidaknya akan ada 15 gedung perkantoran baru yang akan dibangun di koridor TB Simatupang. Namun dia membantah kalau pembangunan belasan gedung perkantoran baru itu akan membuat over-supply di kawasan TB Simatupang. “Demand-nya masih tinggi sekali, jadi tidak akan over-supply,” tuturnya.

Hal itu, lanjut Ricky, dipicu akibat membaiknya kondisi industri perbankan, asuransi, minyak dan gas bumi, serta pertambangan di Indonesia. “Pada kuartal III-2012 lalu, okupansi perkantoran di Jakarta yang mencapai 97%,” katanya. (YUS)