Selasa, 10/05/2011

Permintaan Lahan KI Jakarta Tertinggi di Dunia

-jktproperty.com
Share on: 511 Views
Permintaan Lahan KI Jakarta Tertinggi di Dunia

JAKARTA: Pertumbuhan permintaan kawasan industri (industrial estate) di Jakarta saat ini tercatat yang tertinggi di dunia. Hal itu dipicu oleh perbaikan perekonomian Indonesia serta penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Laporan Cushman & Wakefield yang dikemas dalam ‘Industrial Space Across The World 2011’ menyebutkan pertumbuhan penyewaan kawasan industri di Jakarta mencapai 21,76%. Posisi Jakarta ini diikuti oleh Beijing dengan pertumbuhan 17,55%. Kota Frankfurt di Jerman mencetak pertumbuhan 15,83%, Singapura (14,97%), dan Shanghai (14,54%). Publikasi ini juga memonitor harga sewa dan biaya total hunian di kawasan industri 53 negara. Dari 53 negara, Jakarta, Beijing dan Singapura membukukan pertumbuhan harga sewa tertinggi sepanjang 2010 lalu.

Adapun berdasarkan harga sewa, kawasan industri termahal di dunia diraih Singapura. Harga sewa kawasan industri Singapura termahal keempat di dunia tau naik dibandingkan peringkat 2009 menempati urutan 19. Namun, lonjakan posisi Singapura belum mampu menggoyahkan London Heathrow sebagai lokasi kawasan industri termahal di dunia selama 10 tahun terakhir dengan biaya sebesar 235 poundsterling per m2 per tahun.

“Tokyo tetap berada di posisi kedua dengan 183 poundsterling per rn2 per tahun, dan Jenewa (164 poundsterling per m2 per tahun) yang naik ke peringkat tiga dari peringkat empat di tahun sebelumnya,” tulis laporan tersebut Barrie David dari Cushman Wakefield Research Group mengungkapkan, data ini mengindikasikan posisi pasar Asia untuk penyewaan kawasan industri tetap stabil dan selalu berada di peringkat atas. Menurut dia, harga sewa properti di kawasan industri di Asia melonjak hingga lebih dari 5% sepanjang tahun lalu.

Kondisi sangat kontras dengan keadaan di sebagian besar negara lainnya dengan penurunan tingkat hunian. Sementara itu, Associate Director Cushman Wakefield Indonesia Wira Agus menambahkan, kombinasi dari peningkatan permintaan investor asing, terbatasnya lahan kawasan industri berkualitas yang siap pakai, dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak terhadap kenaikan harga sewa secara ekstrem pada 2010.

Kondisi ini menjadi terbaik sepanjang tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Colliers International, penjualan lahan industri sepanjang 2010 naik hingga 2,5 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Total lahan industri yang terjual seluas 543 hektare. “Membaiknya tingkat pertumbuhan ekonomi, inflasi terjaga, penguatan nilai tukar, dan suku bunga acuan yang relatif stabil mendorong permintaan sektor properti,” ujar Research Division ManagerCoiiiers International Ferry Salanto.

Tahun lalu, menurut dia, permintaan kawasan industri terkonsentrasi di Bekasi dan Karawang. Industri otomotif serta pendukungnya mendominasi penyerapan lahan industri tahun lalu atau seluas 122 hektare. Dia menuturkan, salah satu pemicu naiknya permintaan hingga 2,5 kali lipat adalah banyaknya industri ekspansi. Harga naik Permintaan lahan kawasan industri terus meningkat sepanjang 2011 ini.

Permintaan yang tinggi tak diimbangi oleh suplai yang cukup sehingga menyebabkan kenaikan harga tanah sampai 20%. Menurut hasil riset Cushman & Wakefield sepanjang triwulan I-2011 terjadi permintaan lahan 320 hektar. Angka ini sudah meningkat 7 kali lipat dari periode yang sama tahun lalu. Saat ini harga jual rata-rata lahan di kawasan industri telah mencapai Rp 800.000 per meter persegi, atau US$ 91,8 per meter persegi. “Industri akan meningkat dan paling besar dari properti lain. Bisa mencapai itu,” jelas Associate Director Research & Advisory Cushman & Wakefield Wira Agus.

Dia mengatakan, saat ini permintaan lahan dari sektor yang terkait otomotif dan industri makanan (consumer good) terus meningkat. Kedua sektor ini akan merealisasikan ekspansi yaitu pendirian pabrik di Karawang, Bekasi, dan Purwakarta. Menurutnya, ketiga kawasan ini masih menjadi lokasi favorit, atau mencapai 98% dari total penjualan tanah industri di triwulan I-2011. Sisanya tersebar di Serang dan Tangerang. (SIN)